Eropa

Gadis Perancis Tergila-gila kepada ISIS

Rabu, 01 Februari 2017 – 15.46 Wib,

SALAFYNEWS.COM, PERANCIS – Gadis Perancis yang dulu pernah melarikan diri dari “ISIS” di Raqqa, kini kembali ke Suriah untuk bergabung dengan Al-Qaeda, seperti diungkapkan oleh surat kabar Express French, pada Jumat 27 Januari. (Baca: Kesaksian Mantan Teroris: Anggota ISIS Suka Minum Miras dan Doyan Perkosa Wanita)

Perlu dicatat bahwa pengadilan Perancis telah mengeluarkan surat perintah penangkapan gadis, 23 tahun ini, atas tuduhan bergabung dengan jajaran organisasi teroris pada 2015. Peradilan Perancis telah mengklasifikasikannya sebagai “ekstrimis”, tapi gadis itu tidak menyerah dari ideologi jihad tersebut.

Surat kabar Perancis telah yang dikutip dari seorang jurnalis khusus identifikasi data-data tentang terorisme, David Thompson, mengatakan bahwa Sonia Bliati sebelumnya telah menuliskan pengalaman penting mengenai pengalamannya menjadi teroris di Suriah, kemudian ia bertobat dan kembali ke negaranya, dalam sebuah buku yang diberi judul “kembali”. Ia berhasil meninggalkan Perancis untuk yang kedua kalinya ke Suriah melalui Turki, dan bergabung dengan “Jabhat Fateh Sham”.

Dalam laporan surat kabar “Le Figaro”, dijelaskan bahwa seorag wanita yang “bertobat” dan melarikan diri dari ISIS, telah kembali lagi ke Suriah meskipun perjalanannya sempat dicegah. Ia meninggalkan wilayah Perancis dalam keadaan sedang menunggu persidangan setelah keterlibatannya di ikut jaringan organisasi teroris pada tahun 2015. (Baca: Wanita Irak Tampar Anggota ISIS Pakai Sepatu Akhirnya Dirajam)

Meskipun sudah mendapat peringatan dari jurnalis spesialis, seperti wartawan David Thompson, yang mengatakan dalam sebuah buku yang diterbitkan pada akhir tahun 2015, keinginan Sonia Bliati adalah kembali dari Suriah “untuk beremigrasi ke Libya” dan mendukung organisasi “ISIS” di sana, hanya saja  hakim tidak mempercepat proses sidangnya, dan memberikan izin baginya untuk meninggalkan Perancis secara setafet, kemungkinan ia terbang melalui Belgia, lanjut ke Turki kemudian ke Suriah, melalui perbatasan Turki-Irak, dan dari sana kemudian ke Idlib untuk bergabung dengan “Jabhat Faeth Sham”.

Aku kembali ke Suriah!

Inilah yang dipublikasikan oleh jurnalis Perancis dalam bukunya dari kata-kata Sonia, dimana dia mengatakan bahwa “jika saya diberi kesempatan lagi, saya akan mengambil tas saya dan kembali ke Suriah”.

Perlu dicatat bahwa  pencantuman nama gadis Perancis yang tinggal di “Saint-Etienne”, masuk daftar DPO karena telah melanggar hukum dan perjanjian setelah kembali dari Raqqa.

Dia dikenakan tahanan rumah dan dilarang untuk pergi ke luar negeri, kecuali jika ada dokumen yang membuktikan dirinya tetap Perancis setiap bulannya.

Oleh karena itu surat kabar Perancis “Express” melaporkan bahwa Sonia masih berhubungan dengan warga Perancis dalam mengorganisir simpatisan “ISIS” dan “Jabhat Nusra.”

Sesuai yang ditulis oleh seorang jurnalis David Thompson, bahwa “gadis pembelot” mengungkapkan kebahagiaannya dengan serangan, yang menargetkan koran Peransis “Charlie Hebdo” pada bulan Januari 2015, dimana Sonia mengatakan bahwa hari itu adalah hari terindah dalam hidupnya. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: