Nasional

FUIB Minta Maaf ke Gus Mus dan NU Terkait Puisi yang Dibacakan Ganjar

Puisi Gus Mus

Selasa, 10 April 2018 – 17.40 Wib,

JAKARTA – Puisi KH Mustofa Bisri (Gus Mus) dengan judul “Kau Ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana” yang dibacakan oleh Ganjar Pranowo di salah satu stasiun TV itu menjadi viral di media sosial. Forum Umat Islam Bersatu (FUIB), yang dikomandani Rahmat Himran, sempat menduga puisi itu melecehkan agama dan ingin melaporkan Ganjar ke Bareskrim Mabes Polri. Namun akhirnya FUIB meminta maaf secara terbuka.

Baca: Gus Mus: Umat Lupa Pemimpin dan Panutannya Adalah Nabi Muhammad Bukan Abu Jahal

“Sehingga pada hari ini kami dari FUIB meminta maaf sebesar-besarnya kepada keluarga besar NU dan Gus Mus karena puisi yang dibacakan Ganjar Pranowo belakangan kita ketahui puisi dari KH Mustofa Bisri,” kata Ketua Umum FUIB Rahmat Himran di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (10/4/2018).

“Sehingga kami dari FUIB sekali lagi secara terbuka meminta maaf kepada KH Gus Mus beserta keluarga besar NU terkait miskomunikasi yang kita lakukan beberapa hari lalu melalui berbagai macam medsos,” sambungnya.

Baca: Gus Mus: Ulama Kok Mimpin Demo, Ini Aneh Sekali

Rahmat mengatakan sebelumnya FUIB ingin melaporkan Ganjar Pranowo ke Bareskrim Mabes Polri pada hari ini, tetapi laporan itu ditunda karena belakangan FUIB baru mengetahui puisi yang dibacakan Ganjar adalah puisi karya Gus Mus yang dibuat pada 1987. Ia mengatakan, setelah mengetahui puisi itu karya Gus Mus, FUIB melakukan rapat dan menyimpulkan FUIB salah menanggapi arti puisi itu.

Ketum FUIB itu juga menegaskan bahwa permintaan maaf terbukanya hanya ditujukan untuk Gus Mus dan NU, bukan kepada Ganjar. Ia mengatakan untuk pelaporan terhadap Ganjar ke Bareskrim ditunda dan masih dipelajari oleh tim kuasa hukum FUIB.

Baca: Gus Mus Kecam Media Radikal Sebarkan Fitnah Kepada Mufti Sunni Suriah

“Ya kita sendiri minta maaf kepada KH Gus Mus dan keluarga besar NU, tidak ada kepada yang lain yang kita sudah keliru terhadap puisi beliau dan keluarga besar NU karena Gus Mus juga merupakan tokoh NU yang sampai ini dituakan,” ungkapnya. (SFA/DetikNews)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: