Fokus

Fox News: AS Dibalik Pelatihan dan Persenjataan Oposisi Moderat Suriah

Teroris Suriah

NEW YORK – Sebuah laporan yang dirilis oleh Fox News pada hari rabu (16/05) mengungkapkan bahwa “peralatan militer AS dan amunisi yang dikirim ke Suriah adalah upaya yang gagal dalam mempersenjatai kelompok oposisi moderat untuk melawan ISIS, dan senjata-senjata ini justru diserahkan kepada Al-Qaeda di negara itu”.

Baca: Jenderal Suriah: Amerika Pasok Senjata kepada Teroris ISIS dan Jabhat Al-Nusra

Laporan yang diterjemahkan oleh Al-Maalomah ini mengutip dari Mayor Anis Obeid yang menjadi mediator kesepakatan di wilayah barat Aleppo, mengatakan daam sebuah wawancara dengan jaringan AS bahwa “saya menghubungi cabang al-Qaeda, al-Nusra untuk melindungi saya dan tentara saya selama dua jam dari utara menuju barat Alepoo dan sebagai imbalannya saya harus memberikan mereka 5 truk kecil dan amunisi senjata”.

Mayor Anis Obeid yang dikenal di Suriah dengan nama Abu Zeid mengatakan bahwa “pengiriman senjata telah di mulai sejak tahun 2015 di bahwa pemerintahan Barrack Obama yang termasuk dari program sebebsar 500 juta dolar untuk melengkapi dan melatih kelompok oposisi moderat Suriah”.

Baca: Rusia Keluarkan Bukti Amerika Bersekutu dengan Teroris di Suriah

Ia mengatakan bahwa ia telah berpisah dari tentara Suriah tahun 2012 dan untuk memasukkan namanya dalam program tersebut ia harus menunjukkan bukti keterkaitannya dengan kelompok yang memerangi ISIS”.

“Setelah menerima pelatihan di Turki, ia masuk dalam kelompok pertama yang terdiri dari 54 peserta pelatihan menuju Suriah di Juli 2015 di mana ia segera disergap oleh kelompok teroris Al-Nusra yang menculik sejumlah dari mereka dan mencuri senjata yang diperoleh dari AS”.

Baca: Video: Tentara AD Amerika Latih Teroris di Basis al-Tanf di Selatan Suriah

“Para pelatih AS menginginkan kami untuk pergi ke Suriah tanpa senjata karena takut terhadap Al-Nusra, dan mereka mengatakan kepada kami kalian bisa mendapatkan senjata di dalam Suriah, tetapi kami menolaknya”.

Ia mengatakan bahwa “kelompok kedua yang terdiri dari 72 orang telah berkurang menjadi 25 orang. Seperti pejuang lainnya, banyak yang memilih kembali ke rumahnya di bagian barat Aleppo yang mengharuskan mereka untuk bergerak melalui wilayah-wilayah Al-Nusra dan berkoordinasi dengan para pemimipin yang terkait dengan Al-Qaeda untuk membuat aturan yang diperlukan dan memberikan mereka 5 truk yang dikirim dari AS dan lusinan pon amunisi sebagai imbalan agar bisa bebas dan aman”. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: