Headline News

Financial Tribune: “Kudeta Terbaru” Kerajaan Arab Saudi

Sabtu, 07 Oktober 2017 – 06.44 Wib,

SALAFYNEWS.COM, RIYADH – Surat kabar ekonomi “Financial Tribune” mengatakan bahwa gerakan Salafi yang aktif di Arab Saudi telah menyebutkan tentang kudeta lain yang akan segera dialami kerajaan, seperti yang terjadi pada mantan Putra Mahkota Mohammed bin Nayef.

Baca: Kudeta Terselubung Mohammed bin Salman “Rampok” Tahta Kerajaan Saudi

Surat kabar ini menyebutkan dalam sebuah laporan bahwa keluarga Raja Saudi sebelumnya “Fahd dan Abdullah bin Abdul Aziz” dan keluarga mantan Putra Mahkota Nayef bin Abdul Aziz telah membentuk sebuah koalisi di dalam keluarga yang berkuasa untuk mencegah pengalihan kekuasaan kepada Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Bukan hanya itu, surat kabar ini juga mengatakan bahwa Badan Intelijen Pusat AS “CIA” pun tidak menginginkan Mohammed bin Salman memegang tahta dan lebih memilih kembalinya mantan Putra Mahkota Mohammed bin Nayef. Surat kabar ini juga mengatakan dengan mengutip kabar-kabar yang diperolehnya bahwa pemerintah AS tengah frustasi dengan jatuhnya kondisi keuangan Saudi.

Baca: Putra Mahkota Mohammed Bin Salman Sumber Bencana Kerajaan Riyadh

Selain itu, direktur CIA yang baru, Mike Pompeo pada bulan Februari lalu telah menyerahkan sebuah medali penghargaan kepada mantan Putra Mahkota Mohammed bin Nayef yang diberikan atas “kinerja operasi intelijen kontraterorisme yang luar biasa”.

Pangeran Mohammed bin Nayef, wakil Menteri Dalam Negeri Saudi ini pernah memimpin operasi serangan terhadap kelompok teroris al-Qaeda yang telah melakukan serangkaian serangan terorisme di Arab Saudi antara tahun 2003 hingga 2007 yang telah menyebabkan jatuhnya korban jiwa. Dan pada tahun 2009, ia selata dari serangan bunuh diri al-Qaeda namun mengalami luka ringan.

Kantor berita resmi Saudi “SPA” mengatakan bahawa Pangeran Mohammed bin Nayef menerima penghargaan tersebut sebagai apresiasi dari CIA dan bentuk penghormatan”. Mohammed bin Nayef menegaskan bahwa “hubungan Saudi dengan AS adalah hubungan historis yang strategis, dan orang yang ingin memisahkan Saudi dan AS tidak akan berhasil”. (SFA)

Sumber: Financial Tribune

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: