Eropa

Federica Mogherini ‘Semprot’ AS Terkait Kesepakatan Nuklir Iran

Rabu, 20 September 2017 – 07.27 Wib,

SALAFYNEWS.COM, EROPA – Federica Mogherini ‘Semprot’ AS Terkait Kesepakatan Nuklir Iran. Menurut Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Federica Mogherini, mengatakan bahwa kesepakatan nuklir yang ditandatangani antara Iran dan kelompok negara P5+1 berjalan baik dan termasuk seluruh dunia, bukan hanya Amerika Serikat.

“Saya telah mengatakan berkali-kali bahwa kesepakatan tersebut berjalan dengan baik, (dan) IAEA (Badan Energi Atom Internasional) telah mengkonfirmasi beberapa kali bahwa Iran memenuhi kewajibannya,” kata Mogherini, pada hari Senin.

Baca: Kenapa Kesepakatan Nuklir Iran meresahkan Zionis-Israel dan Netanyahu?

Mengomentari kemungkinan penarikan AS dari kesepakatan nuklir, yang dikenal dengan Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA), dia mengatakan bahwa kesepakatan tersebut tidak ditandatangani dengan satu negara.

“Kesepakatan ini adalah milik masyarakat internasional,” kata diplomat tertinggi Uni Eropa.

Presiden AS Donald Trump yang menentang kesepakatan nuklir dalam kampanye pemilihannya, telah mengancam akan “merobek” kesepakatan tersebut, dengan menyebutnya “kesepakatan terburuk yang telah dinegosiasikan”.

Amerika Serikat merupakan sebuah partai dalam perjanjian nuklir, nampaknya sedang menanti sebuah kasus untuk meninggalkannya, dimana Trump telah menyatakan kesiapannya untuk menyatakan bahwa Iran melanggar sisi JCPOA pada awal bulan depan.

Baca: Presiden Israel; Kami Terisolasi Setelah Kesepakatan Nuklir Iran

Namun, sekutu Washington di Eropa berusaha mencegah keruntuhan kesepakatan tersebut dan meningkatkan usaha untuk meyakinkan Trump agar tidak meninggalkannya karena para pemimpin dunia berkumpul di New York untuk menghadiri sidang tahunan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ke 72.

Mogherini menambahkan bahwa dia mengakui tugas Uni Eropa untuk memastikan bahwa semua pihak JCPOA sepenuhnya melaksanakan kewajiban mereka berdasarkan kesepakatan tersebut.

Iran dan lima anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa -Amerika Serikat, Prancis, Inggris, Rusia dan China- ditambah Jerman menandatangani kesepakatan nuklir pada 14 Juli 2015 dan mulai diterapkan pada 16 Januari 2016.

Di bawah JCPOA, Iran melakukan pembatasan program nuklirnya sebagai imbalan atas penghapusan sanksi terkait nuklir yang diberlakukan terhadap Teheran. Pejabat senior Uni Eropa tersebut sebelumnya mencatat bahwa pertemuan tingkat menteri Komisi Bersama Iran-P5+1 yang memantau pelaksanaan JCPOA akan diselenggarakan pada tanggal 20 September.

Inggris sangat mendukung JCPOA

Dalam perkembangan terpisah, Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson juga pada hari Senin menyatakan dukungan kuat negaranya atas upaya yang dilakukan untuk memastikan pelaksanaan JCPOA.

Baca: Hubungan Arab Saudi-Israel Untuk Menghadapi Iran

Dalam sebuah pertemuan dengan Menlu Iran Mohammad Javad Zarif di New York, kedua pihak menekankan pentingnya memperbaiki hubungan bilateral dan membahas cara untuk meningkatkan kerjasama perbankan dan konsuler. Zarif dan Johnson juga bertukar pandangan mengenai isu-isu regional, termasuk perkembangan di Irak, Suriah, Yaman, Bahrain dan Afghanistan. (SFA)

Sumber: PTV

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: