Headline News

Fatwa Nyeleneh Teroris, Jika Tidak Ikut ISIS Puasanya Tidak Sah

Jum’at, 02 Juni 2017 – 03.22 Wib,

SALAFYNEWS.COM, TIMUR TENGAH – Toleransi dan kesabaran, amal dan kemurahan hati, lebih dekat kepada Allah dan melakukan ibadah dengan sempurna, semuanya adalah hal-hal yang akan dijalankan oleh umat Islam di bulan Ramadhan sebagai cara untuk mendekatkan diri dengan Allah dan mematuhiNYA. Namun apakah Anda pernah bertanya bagaimana para teroris ISIS berpuasa? Dan apakah organisasi teroris ISIS ini memaksa para anggotanya untuk tetap berpuasa selama bulan Ramadhan? (Baca: “Khalifah ISIS” Keluarkan Fatwa Boleh Ambil Paksa Para Gadis dari Keluarganya)

Dalam menyambut bulan Ramadhan, setiap tahun organisasi teroris ISIS kerap mengeluarkan sejumlah fatwa. Seperti pada tahun ini, organisasi teroris ISIS telah mengeluarkan fatwa untuk para jihadisnya tentang diharuskannya tidak puasa dan tidak adanya kewajiban berpuasa selama bulan Ramadhan, dengan dalih bahwa berpuasa akan melemahkan tubuh dan dengan demikian seorang yang berpuasa akan menjadi lemah dan cepat lelah dan hal ini akan menyebabkan kekendoran dan kegagalan dalam berjuang dan berperang, dan dengan alasan inilah organsasi teroris ISIS mendesak para anggotanya dan pejuangnya untuk tidak berpuasa sehingga mereka bisa menghadapi pasukan tentara Irak di Mosul dan pasukan tentara Suriah di Suriah.

Bukan hanya itu, organisasi teroris ISIS ini juga mengeluarkan fatwa lain yang juga aneh dan nyeleneh, mereka menetapkan ketidak absahan puasa orang-orang yang tidak bergabung dengan ISIS, siapapun yang menyatakan diri berpuasa namun ia bukan anggota ISIS maka puasanya dianggap tidak sah dan aturan ini ditetapkan dengan dalih bahwa mereka termasuk dalam golongan munafik. (Baca: Fatwa Ulama Salafi-Wahabi Mesir: Calon Pria Boleh Intip Tunangan Saat Mandi)

Organisasi teroris ISIS juga mengeluarkan fatwa di bulan Ramadhan pada tahun lalu tentang ketidakabsahan puasa bagi orang-orang yang membenci ISIS, dimana mufti ISIS di Homs Suriah mengatakan bahwa “orang-orang yang tidak shalat maka puasanya tidak akan diterima, begitu juga orang-orang yang membenci ISIS di Irak dan Suriah maka puasanya juga tidak akan diterima, orang-orang yang melakukan hal ini maka ia tidak memperoleh nilai puasa maka ia tidak terhitung berpuasa kecuali hanya menahan lapar dan haus”. (Baca: Syeikh Al-Azhar Serukan Lawan Ideologi Wahabi)

Selain itu, ada banyak fatwa aneh lainnya yang dikeluarkan oleh ISIS sebelumnya, termasuk penutupan tempat mencukur bagi para pria dan melarang untuk memperpendek rambut, dan menghilangkan semua spanduk dan iklan yang dipasang di salon-salon waniita. Selain itu, ISIS juga telah mengeluarkan fatwa yang melarang para pemuda untuk memotong rambut mengikuti gaya potongan rambut modern dan mewarnai rambut mereka serta fatwa yang mengharamkan penggunaan telepon selular bagi para wanita.

Sebelumnya salah satu saluran satelit  telah mengutip fatwa aneh lainnya yang diberlakukan bagi semua wanita ISIS yakni aturan untuk berkhitan hingga mereka suci, serta memaksakan sejumlah pembatasan pada wanita termasuk mencegah mereka keluar dari rumah-rumahnya sebelum Maghrib, melarang mereka pergi ke pasar, melarang mereka memberikan salam kepada saudara laki-laki atau perempuan mereka di jalan-jalan, serta melarang para wanita untuk membiarkan suaminya menikahi wanita lain. (Baca: Tukang Cukur Pekerjaan yang Dibenci Teroris ISIS, Kenapa?)

Fatwa-fatwa yang telah dikeluarkan ISIS merupakan fatwa-fatwa yang aneh. Dan yang sangat mengejutkan ialah organisasi teroris ISIS tidak mengizinkan para anggota dan para pejuangnya untuk berpuasa karena takut melemahkan tubuh mereka dan hal ini akan berdampak pada kerugian dalam perang, namun puasa tetap diwajibkan bagi setiap orang yang tinggal di wilayah-wilayah yang dikuasai organisasi teroris ISIS, seperti dilansir Sahafah24 (01/06).

Menurut seorang saksi mata yang merupakan penduduk kota Aleppo Suriah, ia mengatakan bahwa organisasi teroris ISIS pada tahun lalu telah menghukum orang-orang yang berbuka puasa pada siang hari di Ramadhan bahkan jika mereka berbuka karena sakit atau memiliki alasan yang kuat, tapi hal yang cukup menggelikan adalah anggota ISIS yang memberikan hukuman juga tidak berpuasa namun mereka mengatakan bahwa para anggota ISIS ini sedang berada di medan perang sehingga mereka boleh tidak berpuasa. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: