Headline News

Faisal Mekdad: Kehadiran AS, Turki di Suriah Ilegal dan Tak Dapat Diterima

Sabtu, 13 Januari 2018 – 06.37 Wib,

SALAFYNEWS.COM, SURIAH – Suriah mengatakan pasukan asing yang masuk ke negaranya dan mendirikan pangkalan dIsana tanpa persetujuan Damaskus adalah penjajah dan harus meninggalkan tanah Suriah.

Baca: Komentar Pedas Rusia kepada Amerika: Militer AS di Suriah Seperti Pendudukan

Wakil Menteri Luar Negeri Suriah Faisal al-Mekdad mengatakan bahwa kehadiran tentara asing tidak dapat diterima tanpa persetujuan pemerintah, dan menambahkan bahwa Damaskus akan menangani masalah ini sebagai kasus “pendudukan”.

Mekdad mengacu pada kehadiran pasukan Amerika dan Turki di Suriah, yang masing-masing negara telah menolak untuk menarik keluar militernya dan menentang peringatan Damaskus.

Komentar tersebut muncul beberapa hari setelah Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa Turki akan mengikuti operasi militer Euphrates Shield di Suriah utara, yang berfungsi untuk menjaga militan Kurdi yang didukung AS dari perbatasannya.

Baca: Wajah Suram Turki dan Erdogan di Suriah

Mekdad menyebut kehadiran Turki “invasif,” dan mendesak Ankara untuk berhenti campur tangan dalam urusan Damaskus.

Amerika Serikat memimpin sejumlah sekutunya dalam sebuah invasi ke Suriah pada tahun 2014, dan mengklaim bahwa pihaknya berusaha untuk membasmi kelompok teror Takfiri ISIS. Misi tersebut tidak memiliki mandat Suriah atau PBB.

Baca: Rusia Tuntut Revisi Aturan PBB Terkait Operasi Kemanusiaan Berbahaya di Suriah

Dalam misi sepihak, Washington juga telah mengerahkan pasukannya ke Suriah, di mana mereka mendukung militan anti-Damaskus.

Rusia: arus bantuan ditolak AS

Juga pada hari Jum’at, Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan kamp pengungsian Rukban di sekitar al-Tanf, yang menampung sekitar 60.000 pengungsi Suriah, “dideportasi secara de facto oleh angkatan bersenjata AS,” dengan menolak akses ke distrik tersebut, Russia Today melaporkan. Semua keterbatasan akses konvoi kemanusiaan ke kamp harus dicabut, kementerian tersebut menekankan, dan juga “kebutuhan untuk menghormati kedaulatan, integritas teritorial dan independensi Suriah dalam pelaksanaan pengiriman bantuan kemanusiaan dan kepatuhan terhadap hukum humaniter internasional”.

Selanjutnya, “Pelatihan ilegal para militan dari kelompok bersenjata Suriah terus berlanjut di kamp AS di daerah tersebut.”

Utusan PBB tidak serius

Pejabat Suriah juga mengkritik utusan Suriah PBB, Staffan de Mistura karena tidak “serius dalam menyelesaikan krisis Suriah”. (SFA)

Sumber: PTV

1 Comment

1 Comment

  1. Ronald

    January 15, 2018 at 7:19 am

    usir paksa saja tentara setan amerika dan si hitler erdogan musuh dalam selimut suriah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: