Fokus

Fadli Zon Terancam Pasal Berlapis

Cuitan Fadli Zon
Cuitan Fadli Zon

JAKARTA – Kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), berencana mempolisikan Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra Fadli Zon atas unggahan di akun Twitternya tentang parodi lagu Potong Bebek Angsa.

Baca: Fadli Zon Dipolisikan Terkait Lagu Potong Bebek Angsa

“Hari ini saya, Rian Ernest, kader dari PSI, datang ingin melaporkan saudara Fadli Zon, yang merupakan Wakil Ketua DPR RI, sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Gerindra,” ujar dia di Gedung Bareskrim Polri, Kompleks Kementerian Kelautan dan Perikanan, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (25/8/2018).

Dia membawa barang bukti berupa screen capture dari akun Twitter Fadli Zon, kemudian juga rekaman video dalam bentuk Flash Disk. Sebelum membuat laporan sendiri, lanjutnya, dia mengaku sudah meminta Fadli untuk melakukan klarifikasi tapi Fadli keukeuh kalau apa yang dilakukannya adalah kreativitas. “Ada beberapa pasal (yang dilaporkan), misalnya UU ITE ada, UU Pemilu soal Black Campaign juga ada. Jadi ini sebenarnya lebih ke soal Black Campaign ya, sebenarnya unsur hoaxnya memang. Jadi menyebarkan kabar yang tidak jelas, belum tentu benar. Dan menciptakan potensi keonaran. Ini di UU kita sudah diatur. Sebenernya ada batasnya,” katanya.

Baca: Denny Siregar: Gerakan ‘Ganti Presiden’ Kampanye Terselubung Gerindra dan PKS

Lebih lanjut dia mengatakan, dengan dibuatnya laporan ini diharapkan ada efek jera. Ia berharap hal-hal seperti ini kedepannya tak ada lagi.

“Dalam video tersebut ada lirik-lirik yang menurut saya itu berpotensi untuk membuat keresahan, menaikkan tensi di masyarakat, membuat keonaran dan menciptakan rasa tidak percaya kepada pemerintah. Jadi, karena ini berpotensi mengganggu stabilitas politik dan ini kan juga tahun politik, kita semua tahu, bisa menggunakan nalar kita untuk menangkap pesan ini tentu terkait dengan kontestasi pilres di April tahun depan,” jelasnya.

Namun, Ernest mengaku diminta untuk melakukan konsultasi dengan pihak Cyber Crime Bareksrim Polri terlebih dulu.

Baca: Eko Kuntadhi: PKS, Gerindra dan PBB Rebutan ‘Bangkai’ HTI

“Karena ini ada elemen pidana umumnya tapi ada juga elemen UU ITE, kami diminta koordinasi. Semacam konsultasilah ke Cyber Crime karena beda gedung kami mau geser dulu ke sana untuk diskusi baru balik ke sana lagi. Jadi laporan masih proses, belum selesai,” ujar Rian.

Untuk itu, lanjutnya, Rian mengikuti arahan karena tak mau gegabah dalam membuat laporan. Namun ia membantah kalau disebut laporannya ditolak.

“Ini belum sampai tolak halus. Belum, masih jauh,” katanya.

“Sejauh ini lancar. Teman-teman penyidik juga tadi diskusi kooperatif. Kami diskusi juga sangat hangat. Semoga nanti hasilnya baik,” pungkasnya. (SFA)

Sumber: kricom.id

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Harimau Jokowi Usung Agenda 'Terkam' Fadli Zon | SALAFY NEWS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: