Headline News

Erdogan Sebut Israel Sebagai Negara Teroris dan Penjajah

Senin, 11 Desember 2017 – 02.16 Wib,

SALAFYNEWS.COM, ANKARA – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan Israel sebagai negara teroris dan berjanji akan mengerahkan segenap kekuatan untuk melawan pengakuan AS terhadap Yerusalem.

Presiden Erdogan menyampaikan hal itu dalam pidato di pusat kota Sivas pada Minggu (10/12/2017). “Palestina adalah korban yang tidak berdosa, sedangkan Israel adalah negara teroris. Ya! Teroris!” kata Erdogan menegaskan.

Baca: Hamas: Serukan Hari Jum’at Adalah Hari Kemarahan Lawan Zionis Israel dan Amerika

“Kita tidak akan pernah meninggalkan Yerusalem kepada negara yang telah membunuh anak-anak,” tambahnya seperti dilansir AFP.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga mengatakan bahwa Israel adalah negara penjajah dan polisi-polisi mereka menargetkan para pemuda dan anak-anak, dan para pejuangnya membom jalur Gaza karena mereka menganggap dirinya kuat.

Terkait keputusan presiden AS Donald Trump yang menyatakan Yerusalem sebagai ibukota Israel, Erdogan mengungkapkan bahwa “Israel adalah negara penjajah dan polisi-polisinya menargetkan para pemuda dan anak-anak”.

Baca: Faksi-faksi Perlawanan Palestina Kompak Balas Dendam Kejahatan Zionis Israel

Presiden Turki ini juga mengatakan bahwa “Yerusalem tidak dapat dibiarkan berada di bawah penguasaan negara yang mempraktekkan terorisme negara terhadap warga Palestina sejak bertahun-tahun. Nasib Yerusalem tidak bisa dibiarkan berada di tangan-tangan negara penjajah yang merampas tanah Palestina dengan mengabaikan hukum dan etika sejak tahun 1967”.

Membiarkan Yerusalem berada di tangan penjajah sama saja dengan “membiarkan nasib berada di antara cengkeraman serigala liar”.

Erdogan mengatakan bahwa “Yerusalem adalah bola mata kita, kiblat kita yang pertama dan semua orang tahu bahwa Yerusalem adalah garis merah bagi kita dan 1,7 miliar muslim di seluruh dunia”.

rdogan menekankan bahwa “keputusan AS tentang Yerusalem tidak sesuai dengan hukum internasional, hati nurani, keadilan dan kenyataan di wilayah ini”.

Presiden Turki ini menilai bahwa pukulan terbesar yang diberikan Trump dari pernyataan ini ditujukan kepada Dewan Keamanan PBB yang mencakup AS.

Baca: New York Times Ungkap Koalisi Rahasia Zionis Israel dengan Negara Arab

Pernyataan Trump yang disampaikan pada hari Rabu (08/12) mengenai Yerusalem sebagai ibu kota Palestina menuai begitu banyak kecaman baik dari bangsa Arab maupun dari dunia internasional dan dianggap merusak proses perdamaian. Sementara itu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengganggap hal ini sebagai keputusan bersejarah.

Namun, negara-negara Arab menolak dengan tegas pernyataan Trump tersebut dan menyatakan keputusan Trump tersebut merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap resolusi internasional dan mengancam perdamaian dan keamanan internasional.

Adapun Inggris, Prancis, Iran dan Turki mengutuk keputusan AS untuk memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem dan pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Baca: Ayatollah Ali Khamenei: Umat Islam Wajib Memerangi Zionis Israel

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov mengatakan sebelumnya bahwa keputusan presiden AS di Yerusalem bertentangan dengan semua kesepakatan di negara tersebut. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: