Headline News

Erdogan Akan Hidupkan Kembali Hukuman Mati Setelah Referendum

Minggu, 19 Maret 2017 – 11.13 Wib,

SALAFYNEWS.COM, ANKARA – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan ia akan segera menyetujui pemulihan hukuman mati setelah referendum konstitusi yang akan datang.

“Saya percaya, insya Allah, bahwa setelah pemungutan suara pada 16 April nanti, parlemen akan melakukan hal yang diperlukan mengenai tuntutan hukuman mati. Sepertinya, saya akan menyetujuinya tanpa ragu-ragu,” kata Erdogan pada demonstrasi hari Sabtu (18/03/2017).

Pada tanggal 16 April, Turki akan mengadakan referendum amandemen konstitusi, yang akan memberikan kekuasaan eksekutif kepada presiden dan menghapuskan kantor perdana menteri.

“Siapa yang menembaki saudara-saudara mereka pada malam kudeta? Yang menyerang orang-orang mereka sendiri dengan tank dan artileri, membom parlemen, kompleks kepresidenan, dan markas besar Pasukan Khusus? Mereka semua adalah kriminal. Orang-orang kami harus tenang. Pembunuh-pembunuh dan para pendukung mereka akan mendapatkan hukuman yang setimpal,” katanya seperti yang dikutip kantor berita Dogan.

Dia juga menekankan bahwa reformasi konstitusi akan menjamin stabilitas dan keamanan sistem politik Turki, serta membuatnya mirip dengan yang ada di “negara terkuat dunia.”

“Jika kita ingin menjadi 10 ekonomi terkuat [pada 2023], kita memerlukan sistem yang membuat kita bisa bersaing dengan negara-negara lain,” tambahnya.

Dia juga menekankan bahwa Turki akan menunjukkan respon keras terhadap Belanda dan negara-negara Uni Eropa lainnya yang telah melarang pejabat Turki dari mengambil bagian dalam aksi unjuk rasa mendukung referendum pada April mendatang.

“Aksi ini tidak memiliki tempat dalam hukum internasional … Jika Anda akan terus seperti ini, Anda akan memiliki respon yang diperlukan dari Turki,” tegasnya. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: