Fokus

Empat Kriteria Calon Pendamping Jokowi Ala Denny Siregar

Minggu, 18 Maret 2018 – 13.19 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Pegiat media sosial Denny Siregar mengupas tentang empat (4) kriteria calon pendamping Jokowi di Pilpres 2019, berikut ulasannya:

Berseliweran pendapat tentang kriteria Calon Wakil Presiden untuk Jokowi di Pilpres 2019 nanti. Yang sempat saya baca dari Yudi Chrisnandi, mantan Menteri PAN-RB yang sekarang jadi Dubes di Ukraina. Ia menjelaskan dengan detail sosok pendamping Joko Widodo (Jokowi) yang harus menguasai ekonomi, politik internasional dan pemerintahan. Sedangkan dari Puan Maharani, hanya dapat satu clue saja. Yaitu agamis.

Baca: Netizen: Jokowi Presiden Pecinta Kyai dan Habaib

Sebenarnya “apa” sih kriteria yang cocok sebagai pendamping Jokowi?

Tentu kita serahkan pada Jokowi, karena ia adalah penentu siapanya. Meski begitu, gak apa toh kalau kita ikut menebak “apa” nya?

Yang perlu kita ingat, survey pada sosok Jokowi masih tinggi. Prabowo yang berusaha menyalip pun terengah-engah. Dan belum ada sosok lain yang bisa menandingi survey Prabowo, apalagi Jokowi, sekarang ini.

Dengan situasi itu, Jokowi punya ruang yang lebih luas untuk memilih pendampingnya. Ia tidak perlu nama besar untuk mendampinginya, karena – baratnya- dipasangkan dengan sepatu bot pun, Jokowi bisa menang.

Baca: Jokowi Anak Kandung Ibu Pertiwi Kenapa Harus Dihabisi?

Posisi Jokowi ini, mirip seperti posisi SBY di periode kedua pemerintahannya. SBY akhirnya memilih Budiono, yang bahkan sama sekali bukan orang yang dikenal-kenal amat oleh masyarakat luas.Toh, ia menang juga.

Dengan posisi survey yang masih tinggi ini, kalau melihat karakter Jokowi selama ini, maka bisa dipastikan ini kriteria orang yang TIDAK akan dipilih sebagai pendampingnya.

Pertama, Politikus

Jokowi lebih menjadi seorang pekerja daripada seorang politikus. Meski begitu, kemampuan berpolitiknya tidak perlu diragukan. Gaya Solonya membuat banyak orang yang dulu meragukannya, sekarang terpental. Lagian, langkah politikus yang selama ini mendampinginya, sudah cukup merepotkannya. Jokowi sempat sibuk meredam gerakan-gerakan politik daripada bekerja. Dan itu sangat tidak disukainya.

Kedua, Selebriti Media

Jokowi kurang suka dengan model pendamping yang suka bicara dengan media, baik media mainstream maupun media sosial. Buatnya, diam dan menghasilkan prestasi, jauh lebih bagus daripada sibuk tampil dimana-mana. Ada beberapa menteri yang terpaksa dipecatnya karena lebih banyak muncul di media daripada bekerja, seperti AB & RR. Diluar itu, Jokowi ini sebenarnya ada mirip Soeharto, yang tidak ingin ada orang yang bersinar “lebih” dari dirinya. Apalagi jika ia melihat, orang itu punya ambisi pribadi dengan memanfaatkan jabatannya. Ia selalu menunjukkan bahwa dialah pemimpin tertingginya.

Baca: Jokowi Presiden ‘Apa Adanya’

Ketiga, Berisik

Ini mungkin yang paling tidak disukainya. Jokowi tipikal orang yang fokus dalam bekerja. Dan ia tidak ingin ada kegaduhan dalam bentuk apapun. Karakter Jokowi ini terlihat ketika ia meminta pihak aparat untuk menyelesaikan masalah tanpa gaduh. Apalagi kalau menterinya ribut mulu dengan sesama menteri, di media lagi. Dipastikan tidak lama menjabatnya.

Keempat, Tidak bisa kerja

Meski ia juga harus kompromi dengan situasi, pada posisi strategis, Jokowi berharap ia akan bersama orang yang bisa kerja. Jokowi lebih mencari seorang eksekutor daripada konseptor. Buatnya, konsep sudah jelas dan tinggal menjalankannya saja. Dan untuk menjalankan apa yang sudah digagasnya, orang disampingnya harus punya kemampuan manajerial yang tinggi, karena Jokowi pasti akan terus memantau progres demi progres yang dilakukan oleh partnernya.

Itu adalah kriteria-kriteria utama dari karakter calon pendamping yang tidak akan disukai Jokowi. Dan orang model begitu, daripada sibuk memaksakan dirinya dengan memasang baliho dimana-mana, lebih baik menyingkir saja.

Dan yang perlu diingat, ketika Jokowi terlihat dekat dengan seseorang, itu bukan berarti ia memilih orang itu, malah sebenarnya itu menunjukkan Jokowi tidak akan memilih dia.

Gaya Solo Jokowi memang suka membuat orang yang tidak mengerti karakternya, akan GR kemana-mana. Padahal kalau mau tahu Jokowi, ia jika “membunuh” lawannya, tidak main gertakan dan berhadap-hadapan.

Malah ia akan menyapanya dengan senyum hangat dan lebar, meraih pundaknya, sehingga lawannya akhirnya menganggap ia berteman dekat dengan Jokowi, sampai akhirnya ia baru sadar bahwa Jokowi sudah meracunnya.

Yang gilanya lagi, ia rela diracun Jokowi dan mati dengan senyum bahagia. Nah, kalau sudah tahu kriteria pendamping Jokowi, di tulisan kedua kita akan bahas “apa” sebenarnya yang dibutuhkan oleh seorang Jokowi?. Sebelumnya, yuk seruput dulu kopinya. (SFA/DennySiregar.com)

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Beda Kepemimpinan Prabowo dan Jokowi Ala DS | SALAFY NEWS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: