Fokus

Empat Hari Berturut-turut Rupiah Tendang Dolar

Selasa, 16 Januari 2018 – 12.36 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Kurs rupiah menyentuh posisi Rp 13.333 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Selasa (16/1/2018).

Nilai tukar rupiah terus berhasil melanjutkan apresiasinya hingga akhir perdagangan Senin, 15 Januari 2018. Dengan begitu, rupiah telah berhasil menguat terhadap dolar AS selama empat hari berturut-turut.

Baca: WOW! Indonesia, Thailand dan Malaysia Tendang Dolar

Rupiah ditutup menguat 0,16 persen atau 21 poin di Rp 13.332 per dolar AS. Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak di kisaran Rp13.317-Rp 13.342 per dolar AS.

Data yang diterbitkan BI pagi ini terpantau menempatkan Jisdor di Rp 13.333 per dolar AS, terdepresiasi 3 poin atau 0,02% dari posisi Rp13.330 pada hari Senin (15/1/2018).

Di pasar spot, pergerakan nilai tukar rupiah terpantau menguat 5 poin atau 0,04% ke Rp 13.327 per dolar AS pada pukul 10.11 WIB.

Pagi tadi rupiah dibuka stagnan pada level Rp13.332 per dolar AS. Sepanjang perdagangan pagi ini rupiah bergerak pada kisaran Rp 13.319-Rp13.338 per dolar AS.

Baca: Kebijakan Jokowi Hancurkan Nilai Dolar

Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Ahmad Mikail mengatakan Rupiah diperkirakan akan menguat hari ini setelah rilis data ekspor dan impor Indonesia yang menunjukan kenaikan terhadap ekspor sebesar 6.9% (yoy) dan Impor naik sebesar 17.8% (yoy) di bulan Desember 2017.

Surplus neraca perdagangan Indonesia secara total naik menjadi Rp11.8 miliar di tahun 2017 dibandingkan tahun 2016 sebesar Rp 9,5 miliar.

“Kenaikan harga komoditas menjadi motor penggerak kenaikan surplus perdagangan Indonesia selama dua tahun terkahir. Selain itu kemungkinan tingginya minat investor asing terhadap lelang surat utang hari ini akan membantu penguatan rupiah,” ungkap Ahmad dalam risetnya, Selasa (16/1/2018).

Dia melanjutkan, rupiah diperkirakan bergerak pada kisaran Rp 13.250 hingga Rp13.300 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama terpantau turun 0,55% atau 0,501 poin ke level 90,473 pada pukul 10.02 WIB.

Baca: WOW! Jokowi: Saatnya Rupiah Tak Bergantung Dolar

Sementara itu, mayoritas mata uang lainnya di Asia menguat, dipimpin renminbi Cina sebesar 0,55 persen, yen Jepang dengan 0,44 persen, dan ringgit Malaysia yang terapresiasi 0,42 persen.

Di sisi lain, dolar Hong Kong terpantau satu-satu yang terdepresiasi meski dengan pelemahan hanya 0,01 persen pada pukul 17.04 WIB.

Mata uang emerging markets di Asia menguat di tengah aliran dana masuk ke dalam kawasan tersebut serta pelemahan dolar. Indeks dolar AS yang mengukur kekuatan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama terpantau lanjut melemah 0,58 persen atau 0,524 poin ke level 90,450 pada pukul 16.53 WIB, demikian dilansir Bloomberg.

Sebelumnya indeks dolar dibuka turun tipis 0,08 persen atau 0,075 poin di level 90,899, setelah pada perdagangan Jumat, 12 Januari 2018, berakhir merosot hampir 1 persen atau 0,878 poin di posisi 90,974.

Dolar melemah untuk perdagangan hari keempat berturut-turut saat para pedagang yang bersikap bearish menambah short position mereka.

Pergerakan dolar juga tertekan apresiasi yen Jepang dan euro. Yen menguat di tengah berlanjutnya spekulasi bahwa Bank of Japan dapat mengurangi stimulus moneternya tahun ini.

Pada saat yang sama, Bank Sentral Eropa (ECB) mengisyaratkan bahwa ekonomi cukup kuat untuk menjamin pengetatan stimulus.

Pagi tadi, rupiah dibuka dengan apresiasi sebesar 34 poin atau 0,25 persen di posisi 13.319, setelah pada perdagangan Jumat, 12 Januari 2018, berakhir menguat 0,35 persen atau 47 poin di posisi 13.353. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: