Fokus

Eko Kuntadhi Telanjangi Kebusukan di Balik Gerakan Save Aleppo

Jum’at, 10 Februari 2017 – 14.20 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Kelaparan, kemiskinan dan kesengsaraan melanda negeri para habaib Yaman, namun lembaga kemanusiaan saat ini seakan-akan bungkam dan diam seribu bahasa, seperti IHR yang klaim membantu rakyat Suriah namun kenyataannya bantuan itu jatuh di pihak yang pro kepada teroris, suara-suara save Aleppo di dengungkan oleh kelompok-kelompok HTI, dan kelompok radikal, namun mereka bungkam tentang #SaveYaman, berikut tulisan pedas tokoh media sosial Eko Kuntadhi telanjangi kebusukan di balik gerakan #SaveAleppo, berikut tulisannya:

Beberapa bulan lalu kita masih sering menemukan spanduk bertajuk Save Aleppo. Gambarnya penuh kesedihan, anak kecil yang merana, wajah perempuan di tengah reruntuhan dan duka peperangan. Spanduk itu ujungnya minta sumbangan dari masyarakat Indonesia untuk warga Aleppo, di Suriah. (Baca: Jaringan Terorisme Global Ancam Indonesia)

Ada banyak Yayasan Keagamaan dan Lembaga Amal yang punya program sejenis. Semuanya Save Aleppo. Yang paling menarik, seruan Save Aleppo justru makin berkibar, ketika pasukan pemerintah Suriah berhasil membebaskan Aleppo dari cengkaraman teroris. Sebelumnya, saat Aleppo masih dikuasai kaum pemberontak yang barbar, seruan itu tidak terdengar.

Dari beberapa investigasi ternyata dana bantuan dari Indonesia yang disalurkan melalui Indonesia Humanity Relief yang diketuai Bachtiar Natsir justru jatuh ke tangan kaum pemberontak Mujahidin Sementara rakyat Aleppo Timur malah kelaparan.

Ketika ISIS dan pemberontak kabur meninggalkan pos-posnya, di gudang-gudang makanan mereka menumpuk berkarung-karung bantuan asal Indonesia. Pada saat yang sama, rakyat Aleppo yang fotonya dipajang-pajang untuk memancing iba, sedang menderita kurang pangan.

Bachtiar Nasir yang juga koordinator GNPF-MUI sendiri kini sedang bolak-balik diperiksa polisi atas kasus menyelewangan dana umat dan pencucian uang. Ketika informasi ini dibuka ke publik, banyak orang yang menyangkal. Alasan mereka siapapun penerima dana bantuan itu, yang paling penting Indonesia mengumpulkan dana untuk Suriah. Intinya untuk bantuan kemanusiaan. (Baca: Bareskrim Miliki Bukti Kuat Petinggi GNPF-MUI Bachtiar Nasir Tilap Dana Umat)

Jadi mereka hendak mengatakan, tidak ada afiliasi politik dalam proses pengiriman bantuan. Yang ada adalah bantuan jatuh ke tangan yang salah. Mereka meyakini, kata kuncinya adalah kemanusiaan! Kuncinya adalah membantu umat Islam Suriah.

Tapi, kini di Yaman, tragedi kemanusiaan juga sedang terjadi. Saudi Arabia di bantu Israel dan AS, melancarkan gempuran habis-habisan ke negeri leluhur para habaib itu.

Akibat gempuran biadab tersebut infrastruktur hancur, jutaan rakyat menderita. Lembaga PBB melaporkan saat ini ada 3 juta rakyat Yaman menderita kekurangan pangan. Sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak.

Yang mengherankan, kenapa yayasan-yayasan pengumpul bantuan itu sama sekali tidak membuat program Save Yaman? Jika benar selama ini misinya adalah kemanusiaan, apa rakyat Yaman bukan manusia di mata mereka? Ok, jika bantuan mereka fokus untuk umat Islam, apakah rakyat Yaman tidak dihitung sebagai umat Islam? Mengapa Yayasan-yayasan pengumpul sumbangan itu tidak bereaksi atas tragedi rakyat Yaman? (Baca: Densus 88 dan BNPT Telusuri Bantuan Ketua GNPF MUI Bachtiar Nasir ke Suriah)

Ohh mungkin begini. Bantuan untuk Aleppo dialirkan kepada kaum Mujahidin yang disokong Saudi dan AS. Sedangkan rakyat Yaman, justru sedang berperang melawan agresi Saudi yang juga disokong Israel dan AS.

Meskipun Yaman menjerit dengan tragedi kemanusiaan, jangan berharap ada spanduk Save Yaman bertebaran di Indonesia. Jangan berharap ada tabligh akbar yang berseru bebaskan Yaman dari agresi Saudi! (Baca: Bachtiar Nasir Ketua GNPF MUI Dukung Pemberontak Suriah? Ini Penjelasannya)

Jangan juga berharap orang-orang yang dulu akunnya dipenuhi kata-kata ratapan Save Aleppo, kini mereka mau menangis untuk rakyat Yaman. Sebab, dalam pencarian sumbangan-sumbangan dan pertunjukan empati, mungkin saja kemanusiaan bukanlah hal yang sungguh-sungguh penting. (SFA)

Sumber: EkoKuntadhi.com

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Eko Kuntadhi Telanjangi Kebusukan di Balik Gerakan Save Aleppo | ISLAM NKRI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: