Nasional

Eko Kuntadhi: “Politik” rampok rumah Allah

Minggu, 12 Maret 2017 – 14.04 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Pegiat media sosial Eko Kuntadhi membuat sebuah tulisan menarik tentang adanya kelompok yang bawa agama masuk ke ranah politik, mereka memajang baliho dan spanduk-spanduk di beberapa masjid dan musholla di Jakarta sebagai kampanye Politik Jenazah. (Baca: Dewan Masjid Indonesia: Tak shalatkan jenazah salahi aturan syariat Islam)

“Saya kira hak orang mau menshalatkan jenazah atau tidak. Itu terserah mereka. Kenapa pada ribut?,” ujar seorang kawan yang mengirim pesan via inbox.

Saya setuju. Orang mau melaksanakan kewajiban agamanya atau terang-terangan menolaknya, itu memang urusan mereka sendiri. (Baca: Menag: Satu kampung berdosa kalau ada jenazah yang tidak di shalatkan)

Jadi bukan soal orang mau menshalatkan jenazah atau tidak yang menjadi masalah.

Masalahnya adalah mereka menolak jenazah dishalatkan di masjid atau musholla yang dikuasainya. Jika tidak mau menshalatkan, tidak ada yang memaksa. Tapi menolak jenazah seorang muslim dishalatkan di masjid, itu adalah dzalim.

Masjid adalah rumah Allah yang biasanya dibangun dengan dana umat. Operasionalnya juga menggunakan dana umat. (Baca: VIRAL, Ansor Jakarta Barat Akan Shalatkan Jenzah Pendukung Ahok)

Ketika ada penolakan orang menshalatkan jenazah di masjid, hanya karena almarhum/almarhumah mendukung Ahok semasa hidupnya. Itu sama saja mereka merampas rumah Allah untuk dijadikan ‘posko pemenangan’ Anies-Sandi. Urusan tidak mau menshalatkan, itu urusan mereka sendiri dengan Allah. Tapi urusan merampas rumah Allah, itu menjadi problem serius umat Islam keseluruhan. Para perompak itu harus dilawan!. (SFA)

Sumber: ekoKuntadhi.com

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: