Asia

Duterte: Filipina Tak akan Biarkan ISIS Melarikan Diri dengan Imbalan Sandera

Minggu, 10 September 2017 – 07.40 Wib,

SALAFYNEWS.COM, FILIPINA – Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan bahwa pemerintahannya tidak akan membiarkan teroris ISIS Takfiri melarikan diri dari kota Maraadi di selatan, dengan imbalan pelepasan puluhan sandera yang mereka tahan.

Baca: Duterte: CIA Ciptakan ISIS, Sekarang Mereka Ingin Membunuh Saya

“Tidak mungkin,” kata Duterte kepada wartawan untuk menanggapi sebuah pertanyaan tentang sebuah laporan bahwa pemimpin lokal kelompok Takfiri Omarkhayam Maute telah menawarkan untuk membebaskan sekitar 20 sampai 30 sandera di Marawi dengan imbalan jalan keluar yang aman dari militan.

Pertempuran di Marawi

“Jika saya bisa menyelamatkan satu kehidupan disana, saya bersedia menunggu satu tahun (untuk merebut kembali kota)” kata Duterte di Cagayan de Oro, beberapa jam dari Marawi.

Pada bulan Mei, militan menguasai sebagian besar Marawi di pulau Mindanao dan berhasil melanjutkan pendudukan kota tersebut, kendati lebih dari 100 hari serangan udara dan serangan darat oleh pasukan pemerintah.

Baca: Bertemu Sang Idola “Putin”, Duterte Kritik AS dan Sebut Barat Munafik

Menurut tentara, hampir 655 militan, 45 warga sipil dan 145 tentara dan polisi tewas di Marawi, sementara 1.728 warga sipil telah diselamatkan. Sedikitnya 400.000 orang telah mengungsi.

Militer telah meluncurkan dorongan terakhirnya untuk merebut kembali Marawi, yang telah hancur oleh artileri dan pemboman, saat pasukan berusaha mengamankan bangunan dan melacak ranjau dan jebakan bom. Tentara mengatakan militan Takfiri memaksa beberapa sandera untuk mengangkat senjata melawan pasukan pemerintah.

Tentara telah memberlakukan darurat militer di Pulau Mindanao, yang merupakan rumah bagi 22 juta orang, sampai akhir 2017, dalam usaha untuk mencegah terbentuknya aliansi antara ISIS dan kelompok militan lainnya.

Baca: Militer Filipina Ambil Alih Masjid Utama di Kota Marawi dari Militan Maute

Juru bicara Angkatan Darat Kolonel Edgard Arevalo mengatakan bahwa menyelamatkan para sandera akan menjadi prioritas utama tentara, dan menambahkan, “Kami masih sangat memperhatikan kehadiran warga sipil yang dijadikan tameng manusia atau diperintahkan untuk menggunakan senjata api dan amunisi, dikonversi menjadi pejuang dan menembak tentara kita.”

Pejabat keamanan mengatakan kelompok teroris di wilayah tersebut telah berjanji setia kepada ISIS untuk meningkatkan pengaruh militer mereka di daerah berpenduduk Muslim di Asia Tenggara. Pemerintah di seluruh Asia Tenggara telah siaga tinggi sejak teroris dari kelompok militan lokal, yang telah berjanji setia kepada ISIS, menduduki Marawi. (SFA)

Sumber: PTV

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: