Headline News

Dunia Kecam Israel, Saudi Semakin Mesra dengan Rezim Tel Aviv

Sabtu, 16 Desember 2017 – 07.34 Wib,

SALAFYNEWS.COM, RIYADH – Di tengah laporan luas kerjasama di balik layar antara Riyadh dan Tel Aviv, Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir mengatakan bahwa kerajaan memiliki “roadmap” untuk membangun hubungan diplomatik penuh dengan rezim Tel Aviv.

Baca: Arab Saudi Terang-terangan Jalin Kerjasama dengan Zionis Israel

Berbicara kepada televisi Prancis 24 pada Rabu malam, Jubeir mengatakan Riyadh memiliki rencana untuk normalisasi hubungan dengan Tel Aviv, jika ada kesepakatan antara Palestina dan entitas Israel.

Pada pertengahan November, harian Lebanon al-Akhbar menerbitkan sebuah surat rahasia bertanggal dari Adel Jubeir kepada Putra Mahkota Mohammed bin Salman yang mengajukan rencana untuk menormalisasi hubungan dengan Israel.

Menurut laporan tersebut, Riyadh dan Tel Aviv pertama-tama akan mencoba menyelesaikan sebuah solusi untuk konflik Israel-Palestina, yang secara signifikan akan mengimbangi kepentingan negara Palestina.

Baca: Koalisi Busuk Bentukan Zionis-Saudi Untuk Hancurkan Islam dan Timur Tengah

Setelah menyingkirkan isu Palestina, kedua rezim tersebut kemudian dapat fokus pada tujuan bersama mereka, yang membentuk aliansi melawan Iran, menurut laporan tersebut.

Kepala Staf Militer Israel, Letnan Jenderal Gadi Eizenkot, mengatakan dalam sebuah wawancara bulan lalu bahwa Tel Aviv siap untuk berbagi intelijen dengan Arab Saudi dalam usaha bersama mereka untuk menghadapi Iran.

Dengan isyarat baru untuk memperluas persahabatan ke Arab Saudi, Menteri Intelijen Israel Yisrael Katz pada hari Rabu mengundang Pangeran Mahkota Saudi Mohammed bin Salman untuk mengunjungi Tel Aviv.

Di tempat lain dalam wawancara tersebut, Menlu Saudi mengklaim bahwa pemerintahan Presiden AS Donald Trump serius untuk mendapatkan kesepakatan damai antara Palestina dan Israel. “Kami yakin pemerintahan Trump serius membawa perdamaian antara Israel dan Arab,” kata Jubeir.

Baca: Monarki Saudi Khianati Islam Taati Zionis

Sementara laporan menunjukkan bahwa Mohammed bin Salman baru-baru ini mempresentasikan sebuah rencana Amerika untuk perdamaian Timur Tengah kepada Presiden Palestina Mahmoud Abbas atas nama Jared Kushner, penasehat Presiden AS Donald Trump dan menantunya yang bertanggung jawab atas Timur Tengah.

Komentar Jubeir mengenai peran Washington dalam proses perdamaian datang saat pemerintahan Trump berada di bawah tekanan internasional karena menyatakan bahwa AS mengakui Yerusalem al-Quds sebagai “ibukota” Israel, pada 6 Desember lalu. Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan bahwa deklarasi Trump sama dengan Amerika Serikat mencabut perannya sebagai mediator perdamaian. (SFA)

Sumber: PTV

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: