Internasional

Dukung El Sisi Cara Raja Salman Sebarkan Ideologi Wahabi di Mesir

20 April 2016,

SALAFYNEWS.COM, ISRAEL – Surat kabar Israel “Yedioth Ahronothh” merilis sebuah laporan yang  mengkonfirmasi bahwa Arab Saudi menghabiskan uangnya di Timur Tengah dalam rangka untuk menyebarkan ideologi “Wahabisme” dan menghilangkan pemikiran Ikhwanul Muslimin di kawasan itu, dimana mereka menargetkan sejumlah negara tertentu terutama negara Mesir, Yordania, Lebanon, Suriah dan Jalur Gaza .

Surat kabar Israel itu mengatakan bahwa Arab Saudi memimpin perang secara intens melawan gerakan Ikhwanul Muslimin di kawasan, yang bertujuan untuk menjadikan ideologi Wahabi sebagai gerakan Islam terpenting di Timur Tengah selama dekade berikutnya.

Yedioth Ahronoth menyebutkan bahwa beberapa rezim Negara Arab bekerjasama dengan Arab Saudi untuk menyebarkan pemikiran itu di beberapa negara Timur Tengah, tampak bagaimana rezim Yordania melancarkan kampanye kuat terhadap kantor Ikhwanul Muslimin di negeri itu dan sebelum itu Mesir telah mengklasifikasikan Ikhwanul Muslimin sebagai kelompok teroris. (Baca: Dewan Ulama dan Warga Anbar Tolak Ideologi Wahabi Teroris ISIS)

Surat kabar Israel itu juga menjelaskan bahwa keputusan untuk dimulainya perang melawan Ikhwanul Muslimin di Yordania datang setelah kunjungan Menteri Pertahanan Arab Saudi, Pangeran Muhammad bin Salman, putra raja Saudi yang merupakan orang kedua di garis pewaris tahta Arab Saudi.

Yedioth Ahronothh menegaskan bahwa Raja Salman bin Abdul-Aziz memberikan dukungan kepada Abdel Fattah El-Sisi di Mesir dalam rangka untuk meningkatkan tindakan keras pemerintah Mesir terhadap Ikhwanul Muslimin dan dalam rangka memperkuat pengaruh arus Wahabi di Mesir, sehingga menjadikannya sebagai gerakan Islam yang paling populer sebagai alternatif dari pemikiran Ikhwanul Muslimin. (Baca: Terorisme-Wahabisme Monster Ciptaan Saudi Untuk Hancurkan Dunia dan Islam)

Surat kabar itu menjelaskan bahwa ideologi Wahabi didasarkan pada tulisan-tulisan Ibnu Taimiyah selama abad ke-14 yang menyatakan bahwa semua sekte Islam selain ideologi Salafi Wahabi dianggap murtad dan harus dijatuhi hukuman mati serta pelarangan mendengarkan musik dan menyaksikan pertunjukan teater, sehingga Arab Saudi tidak memiliki teater atau bioskop sementara para perempuan diharuskan untuk menutupi tubuhnya sepenuhnya dan harus menggunakan cadar, dikutip dari Middle East Panorama (18/04).

Menurut surat kabar itu, sebenarnya Kerajaan Arab Saudi mendanai gerakan Salafi dalam rangka mengekspor ideologi Wahabi di seluruh dunia Islam, sementara para Salafi sangatlah kontras dengan Ikhwanul Muslimin.

Yedioth Ahronothh mengungkapkan bahwa minyak Saudi menjadi sumber utama untuk ekspor ideologi Wahabi di Timur Tengah, dimana Kerajaan Arab Saudi sejak beberapa dekade mendanai banyak lembaga keagamaan di seluruh dunia untuk mempromosikan ideologi mereka, disebutkan bahwa pemikiran itu mulai tersebar luas di Lebanon, Gaza , Suriah, Mesir dan Yordania. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: