Headline News

Dukung Draf Rusia, Mesir Tendang Saudi, Riyadh Bekukan Bantuan Minyaknya

Jum’at, 14 Oktober 2016,

SALAFYNEWS.COM, MESIR – Arab Saudi tampaknya telah menjadi lebih terisolasi di tengah pertikaian diplomatik dengan sekutu dekatnya, Mesir, menyusul suara Kairo yang mendukung proposal yang diajukan Rusia dan menolak draf resolusi Perancis terhadap Suriah di Dewan Keamanan PBB.

Pada bulan April lalu, Arab Saudi telah setuju untuk memberikan Mesir bantuan berupa bahan bakar sebesar 700.000 ton per bulan selama lima tahun. Awal pekan ini, aktivis politik Arab Saudi, Mujtahid mengungkapkan penghentian pengiriman produk minyak Saudi ke Mesir. (Baca: Penulis Mesir; Saudi Beli Tiran dan Sanafir Untuk Praktek Prostitusi)

Para pejabat Mesir juga mengumumkan bahwa perusahaan minyak Arab Saudi Aramco telah memberitahu Mesir General Petroleum Corporation pada awal Oktober yang akan menghentikan pasokan produk minyak sulingan ke Kairo.

Sebuah sumber di Kementerian Perminyakan Mesir mengatakan bahwa pejabat pemerintah percaya suspensi “bermotif politik” dan memperkirakan bahwa hal itu bisa berlangsung hingga akhir tahun.

Media Mesir telah mengecam rezim Riyadh menyusul keputusan pembekuan pengiriman bahan bakar ke negara Afrika Utara itu.

Ahmad Moussa, salah satu host televisi ternama Mesir, mempromosikan #EgyptWillNotKneel berbahasa Arab pada acara talk show setiap hari Selasa. Ia mengatakan, “Kami akan berdiri untuk siapa saja yang mencoba berkonspirasi melawan kita. Kami akan berdiri untuk siapa saja yang mencoba untuk membuat kita tunduk pada kehendak mereka. Kami akan berdiri untuk siapa saja yang mencoba untuk memutar lengan kita”. (Baca: Serukan Persatuan Sunnah-Syiah Menteri Kebudayaan Mesir Diserang Ulama Ekstrimis Wahabi)

Khaled Saleh, pemimpin redaksi harian Mesir Youm7, juga meminta Mesir untuk memboikot haji selama satu tahun, dengan alasan bahwa langkah tersebut akan menyelamatkan enam miliar pound Mesir.

Harian Mesir al-Watan juga menampilkan sebuah cerita, berjudul, “Arab Saudi mengucurkan dana besar untuk merawat terorisme dan kelompok ekstrimis bersenjata”.

Artikel itu mengkritik kebijakan luar negeri kerajaan dan menuduh dinasti yang berkuasa mendukung kelompok teroris Jabhat Fateh al-Sham, cabang al-Qaeda di Suriah, yang sebelumnya dikenal sebagai Jabhat al-Nusra.

Selain itu pada hari Kamis, Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi menegaskan bahwa Riyadh telah menghentikan pengiriman bahan bakar yang disepakati sebelumnya untuk negaranya.

Sisi menyatakan bahwa penghentian bantuan minyak Saudi untuk Mesir tidak berhubungan dengan sikap negaranya yang mendukung draft resolusi PBB tentang Suriah selama akhir pekan. Presiden Mesir membela posisi Mesir mengenai suara tersebut.

Mesir menemukan sumber bahan bakar alternatif setelah penghentian minyak Saudi

Pada hari Rabu, Mesir mengumumkan bahwa mereka telah menemukan sumber alternatif untuk penyediaan bahan bakar atas kekurangan yang disebabkan oleh langkah Arab Saudi yang menghentikan pengiriman bahan bakar yang telah disepakati sebelumnya. (Baca: Ketua Federasi Sufi Mesir: Wahabi Adalah Ideologi Para Pembantai Muslimin)

Surat kabar Mesir mengutip juru bicara Kementerian Minyak, Hamdi Abdel-Aziz, mengatakan bahwa beberapa pengiriman bahan bakar dari pemasok lain telah tiba di Mesir.

Sejauh ini tidak ada komentar resmi dari pejabat Saudi terkait alasan di balik penghentian pengiriman bahan bakar ke Mesir, meskipun analis percaya bahwa keputusan itu terkait dengan sikap Mesir yang mendukung draf proposal Rusia. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: