Nasional

Dubes Indonesia di Turki Lapor BNPT Terkait WNI yang Keluar dari Suriah

Rabu, 22 Februari 2017 – 19.04 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Duta Besar Indonesia di Turki, Wardana bertemu Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Suhardi Alius. Wardana menginformasikan situasi terkini di Turki yang berbatasan langsung dengan Suriah.

“Kebetulan beliau ada di Indonesia minta waktu bertemu bersama jajaran BNPT. Diinformasikan kondisi Turki yang berbatasan langsung dengan Suriah yang sedang berkonflik,” ujar Suhardi dalam keterangan tertulis, Rabu (22/2).

Menurut Suhardi, dalam pertemuan tersebut disampaikan saat ini banyak sekali warga negara Indonesia yang ada di perbatasan Turki-Suriah. Para WNI tidak dapat masuk ke Suriah sehingga dideportasi oleh pemerintah Turki.

“Dari laporan itu banyak ditemukan warga negara lain termasuk di antaranya WNI mencoba untuk masuk. Bahkan ada juga ditemukan warga yang keluar dari Suriah di tempat-tempat tersebut. Dan yang keluar dari Suriah itu juga termasuk WNI,” tuturnya.

Alumni Akpol tahun 1985 ini menjelaskan, para WNI tersebut ditemukan di empat titik perbatasan antara Turki-Suriah. Dengan banyak WNI yang ditemukan, Kedubes Indonesia di Turki ingin mendapatkan bantuan dari BNPT untuk bisa mendeteksi lalu lintas masyarakat Indonesia yang ingin masuk kesana dengan berbagai macam latar belakang.

“Apa yang dimohonkan oleh Kemenlu kepada kita agar BNPT untuk mendatangkan tim kesana (Turki) untuk bisa melihat secara langsung. Karena apapun yang terjadi di Suriah apalagi dengan terdesaknya ISIS di Suriah tidak ada opsi lain kecuali orang-orang yang ada disana akan keluar dari Suriah,” jelas mantan Kapolda Jawa Barat ini.

Karena keluar dari Suriah itu, lanjut Suhardi, bisa saja menuju ke daerah-daerah atau negara masing-masing. Tentunya ini potensi yang harus diperhatikan ketika mereka kembali ke negaranya termasuk Indonesia.

“Kita sanggupi dan mungkin kita juga akan bertemu dengan otoritas-otoritas di Turki. Kalau bisa dalam waktu yang tidak terlalu lama mungkin bulan depan dengan didampingi Dubes RI di sana,” ujar mantan Kadiv Humas Polri ini.

Suhardi mengatakan bahwa WNI yang tertangkap di perbatasan oleh kepolisian Turki akan diperiksa terlebih dahulu. “Kalau dalam proses tersebut WNI kita tidak terlibat dengan ISIS maka akan langsung dideportasi. Tapi jika terindikasi dengan jaringan ISIS maka akan berlanjut ke proses peradilan oleh pemerintah Turki,” jelasnya.

Mantan Sekretaris Utama Lemhanas RI ini kembali menyampaikan bahwa saat ini pemerintah juga telah menerima WNI dari Turki yang sekarang berada di Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA) Kemensos, Bambu Apus, Cipayung, Jakarta, untuk ikut program deradikalisasi disana.

“Dan mereka sekarang ini dalam tahap untuk pengembalian ke masing-masing daerah. Jadi kita informasikan situasi itu juga kepada Dubes RI untuk Turki dan dalam waktu dekat kita bisa berkunjung ke Turki untuk melihat situasi secara langsung,” tuturnya.

Setelah 75 WNI diperkirakan akan bertambah lagi WNI yang akan dideportasi. “Yang jelas saat kita ke Turki nanti beberapa otoritas akan kita datangi untuk memperlancar komunikasi dalam rangka mengidentifikasi terhadap orang-orang yang keluar masuk perbatasan Turki-Suriah,” tandasnya.

Dalam pertemuan tersebut Suhardi didamping Deputi I bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi, Mayjen TNI Abdul Rahman Kadir, Direktur Konvensi Dan Perangkat Hukum Internasional (KPHI) BNPT yang juga menjabat sebagai Plt. Deputi III bidang Kerjasama Internasional, Brigjen TNI (Mar) Yuniar Lutfi dan Kasubdit Kerjasama Amerika-Eropa, Wandi Adrianto Syamsu. (SFA/Merdeka)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: