Headline News

Drone Yaman Serang Kilang Minyak Aramco di Riyadh

Kilang Minyak Aramco Saudi di Riyadh
Kilang Minyak Aramco Saudi di Riyadh

RIYADH – Tentara Yaman, yang didukung oleh petempur dari Komite Rakyat, telah menyerang kilang minyak perusahaan Saudi Aramco di ibukota Riyadh menggunakan pesawat tak berawak baru yang diluncurkan pada Rabu (18/07), dengan kerajaan mengkonfirmasikan serangan ke kilang minyak tersebut.

Baca: Houthi Rudal Fasilitas Minyak Aramco Saudi

“Angkatan udara pesawat tak berawak kami telah menargetkan kilang minyak  Aramco di Riyadh,” demikian bunyi sebuah postingan Twitter di akun saluran televisi al-Masirah Yaman.

“Operasi oleh angkatan udara pesawat tak berawak adalah awal yang kuat dalam tahap baru untuk menghentikan agresi,” kata saluran tersebut mengutip juru bicara militer Yaman Brigadir Jenderal Sharaf Luqman dalam sebuah tweet.

Menurut al-Masirah, serangan itu adalah yang pertama dilakukan menggunakan drone jarak jauh baru. Aramco mengkonfirmasi serangan ke pabrik penyulingannya di Riyadh, mengatakan bahwa tim pengendalian kebakaran dan pertahanan sipil Saudi telah mengatasi kebakaran yang terjadi pada sore hari di kilang minyak di ibukota tersebut.

Baca: Balas Pembantaian Saudi, Yaman Rudal Pelabuhan Minyak Aramco Saudi

Pasukan Yaman secara teratur menyerang posisi di dalam Arab Saudi sebagai pembalasan atas perang yang dipimpin Saudi terhadap Yaman.

Kampanye Saudi diluncurkan pada Maret 2015 untuk mendukung pemerintah bekas Yaman yang pro-Riyadh dan melawan gerakan Yaman Houthi Ansarullah, yang telah menjalankan urusan negara sebelum adanya pemerintahan yang efektif. Namun, serangan itu tidak juga berhasil membawa kemenangan untuk Saudi sekalipun telah menguras kas kerajaan dengan pengeluaran miliaran petrodolar.

Baca: Rudal Balistik Yaman Hantam Fasilitas Minyak Aramco

Perang yang berlarut-larut itu juga  disertai oleh blokade laut dan udara, dan telah membunuh serta melukai ratusan ribu warga Yaman.  Amerika Serikat dan Inggris menyediakan sebagian besar senjata yang digunakan oleh pasukan Saudi dan memberikan koordinat untuk serangan udara.

Kementerian Hak Asasi Manusia Yaman mengumumkan dalam sebuah pernyataan pada 25 Maret bahwa perang yang dipimpin Saudi telah menyebabkan 600.000 warga sipil tewas dan terluka selama tiga tahun terakhir. (ARN)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: