Headline News

Drama Palsu Militan Ghouta Timur Terkait Gas Kimia

Perang Suriah

Minggu, 15 April 2018 – 08.11 Wib,

GHOUTA TIMUR – Militan di Ghouta Timur telah tertangkap dalam kamera, saat mengajar anak-anak bagaimana memalsukan gejala terpapar gas kimia. Sebuah video dari Ghouta Timur Damaskus, sebelum sepenuhnya dibebaskan oleh tentara Suriah, menunjukkan para militan mengumpulkan anak-anak di sebuah gedung sekolah (mungkin di distrik Kafr Batna seperti yang terlihat dinding bangunan).

Baca: Saudi Otak Dibalik Serangan Kimia di Douma, Ghouta Timur

Begitu sirene berbunyi, anak-anak yang bermain di gedung itu tergeletak di tanah dengan sejumlah pria muda berjubah putih yang berpura-pura menjadi pekerja bantuan medis di atas tubuh mereka, berlatih gejala palsu serangan kimia.

Kemudian salah satu pekerja bantuan mengambil seorang anak dan membuat beberapa komentar melawan serangan kimia.

Para militan dan aktivis yang terkait dengan mereka, termasuk apa yang disebut kelompok pertahanan sipil White Helmets, mengklaim bahwa pasukan pemerintah Sabtu lalu telah menjatuhkan bom barel berisi bahan kimia beracun di Douma, kota terbesar di Ghouta Timur, membunuh dan melukai puluhan warga sipil.

Baca: Inilah Bukti AS Bohong Soal Serangan Kimia di Douma

Damaskus dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan Sabtu lalu, menolak keras tuduhan itu dan mengatakan bahwa apa yang dituduhkan kelompok teroris Jaish al-Islam Takfiri, yang memiliki keberadaan dominan di kota itu, mengulangi tuduhan menggunakan amunisi kimia “untuk menuduh Tentara Arab Suriah, dalam upaya terang-terangan untuk menghalangi kemajuan Angkatan Darat.”

“Fabrikasi kimia yang tidak melayani teroris dan sponsor mereka di Aleppo dan Ghouta Timur, tidak akan melayani mereka hari ini juga, karena negara Suriah bertekad untuk mengakhiri terorisme di setiap inci wilayah Suriah,” bunyi pernyataan itu.

Suriah menyerahkan cadangan senjata kimia pada tahun 2014 ke misi bersama yang dipimpin oleh AS dan Organisasi untuk Larangan Senjata Kimia (OPCW), yang mengawasi penghancuran persenjataan. Damaskus secara konsisten membantah menggunakan senjata kimia selama beberapa tahun terakhir konflik di negara itu.

Pemerintah Barat dan sekutu mereka, tidak pernah berhenti menunjuk jari mereka ke Damaskus setiap kali terjadi serangan kimia. Pasukan AS, Inggris dan Prancis meluncurkan 100 rudal ke Suriah Sabtu pagi dengan dalih serangan kimia pekan lalu.

Baca: Inilah Fakta Memalukan Serangan AS ke Suriah

Dalam pidato yang disiarkan televisi, Presiden AS Donald Trump mengatakan ketiga negara itu bermitra dalam peluncuran rudal.

Serangan-serangan itu adalah serangan besar-besaran yang dilakukan oleh tiga kekuatan Barat terhadap Suriah dalam perang sipil yang berlangsung selama tujuh tahun, yang telah mengadu Amerika Serikat dan sekutunya melawan Rusia.

Anggota NATO lainnya menahan diri dari kemitraan dalam serangan itu, meskipun sekretaris jenderal NATO menyuarakan dukungannya untuk langkah itu. (SFA/FNA)

2 Comments

2 Comments

  1. Pingback: OPCW Selidiki Pemilik Senjata Kimia di Suriah | SALAFY NEWS

  2. Pingback: Suriah-Rusia Bebaskan Kota Dara'a dari Teroris | SALAFY NEWS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: