Fokus

Dolar AS Tumbang, Euro Perkasa Hingga Asia

Mata Uang

JAKARTA – Dolar Amerika Serikat (AS) masih mengalami tekanan, bahkan koreksinya semakin dalam. Greenback tidak mampu membendung keperkasaan euro, yang terbentang sampai Asia.

Pada Kamis (14/6/2018) pukul 17:11 WIB, Dollar Index (yang mencerminkan posisi dolar AS terhadap enam mata uang utama) melemah 0,44%. Sepanjang hari ini, Dollar Index terjebak di zona merah.

Index Dolar

Index Dolar

Baca: Empat Hari Berturut-turut Rupiah Tendang Dolar

Greenback gagal memanfaatkan momentum kenaikan suku bunga. Hari ini, Bank Sentral AS The Federal Reserve/The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 1.75-2%. Bahkan ada kemungkinan The Fed akan menaikkan suku bunga dengan lebih agresif.

Situasi ini semestinya kondusif bagi dolar AS. Namun sentimen kenaikan suku bunga oleh The Fed tertutup oleh persiapan pertemuan Bank Sentral Uni Eropa (European Central Bank/ECB).

Baca: WOW! Indonesia, Thailand dan Malaysia Tendang Dolar

Sudah santer beredar kabar bahwa ECB akan mulai mempertimbangkan untuk mengurangi dosis pembelian surat-surat berharga (quantitative easing). Ini dilakukan karena ekonomi Benua Biru sudah membaik, sehingga ECB perlu mengarahkan kebijakan moneter cenderung bias ketat untuk mengendalikan ekspektasi inflasi.

Perkembangan ini membuat euro menguat cukup tajam terhadap mata uang global. Di hadapan greenback, euro menguat 0,31% pada pukul 17: 18 WIB.

Baca: Dolar Amerika Terjungkal

Tidak hanya terhadap dolar AS, euro pun menguat terhadap berbagai mata uang. Berikut perkembangan nilai tukar euro terhadap sejumlah mata uang, seperti dikutip dari Reuters:

Mata Uang

Mata Uang

 

Mata UangSumber: CNBCIndonesia

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: