Amerika

DK PBB Adakan Pertemuan Darurat Bahas Uji Coba Rudal Korea Utara

Senin, 22 Mei 2017

SALAFYNEWS.COM, NEW YORK – Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa dijadwalkan bertemu dalam sebuah pertemuan tertutup yang akan membahas uji coba terbaru rudal balistik Korea Utara.

Menurut dewan diplomat pada hari Minggu, pertemuan tersebut diminta oleh AS, Jepang dan Korea Selatan setelah Washington dan Seoul mengkonfirmasi bahwa Pyongyang telah menguji rudal jarak menengah lainnya pada hari sebelumnya.

Komando Pasifik AS mengumumkan bahwa mereka telah melacak proyektil sebelum jatuh ke laut.

Kepala Staf Gabungan Selatan juga mengumumkan bahwa rudal tersebut telah menempuh jarak sekitar 500 kilometer ke arah timur sebelum mendarat di laut.

Pekan lalu, DK PBB menuntut agar Korea Utara menghentikan uji coba rudal nuklir dan balistiknya dengan sebuah pernyataan yang disepakati dengan suara bulat, di mana PBB mengecam uji coba tersebut, dan menekankan bahwa Korea Utara harus menunjukkan “komitmen tulus untuk melakukan denuklirisasi melalui tindakan nyata dan menekankan pentingnya bekerja untuk mengurangi ketegangan.”

Tes terakhir dilakukan kurang dari seminggu setelah uji coba rudal jarak jauh Hwasong-12, yang mendarat di laut antara Korea Utara dan Jepang pada 14 Mei.

Menurut analis, pengujian tersebut merupakan terobosan dalam program rudal Korea Utara karena berhasil mencapai ketinggian 2.111,5 kilometer dan melakukan perjalanan sejauh 800 kilometer sebelum melanggar Zona Identifikasi Pertahanan Udara Jepang dan sebelum masuk ke Laut Jepang.

Media yang dikelolah pemerintah Pyongyang juga melaporkan bahwa rudal tersebut – yang diduga mampu membawa “hulu ledak nuklir berukuran besar” – telah berhasil melewati “situasi terburuk” dan mencapai tujuan yang telah ditentukan.

Korut, yang sudah berada di bawah serangkaian sanksi atas program rudal dan nuklirnya, mengatakan bahwa pihaknya mengembangkan senjata sebagai pencegahan terhadap ancaman AS. Korea Utara juga mengatakan bahwa pihaknya tidak akan meninggalkan program rudal dan nuklirnya kecuali AS mengakhiri permusuhannya terhadap Pyongyang.

Dilemahkan oleh rudal Korea Utara dan program nuklir militer, Amerika Serikat telah mengadopsi sebuah postur perang, mengirim sebuah kelompok kapal perang dan melakukan latihan militer bersama dengan musuh regional Korea Utara, Jepang dan Korea Selatan.

Selain sebuah kelompok kapal perang angkatan laut, yang mencakup kapal induk USS Carl Vinson, Washington juga mengerahkan dua pembom supersonik di atas Semenanjung Korea dalam sebuah latihan gabungan dengan angkatan udara Korea Selatan pada hari Senin. Kapal selam nuklir USS Michigan bergabung dengan kelompok kapal perang lainnya awal pekan ini.

Pada bulan April, AS juga menerapkan sistem rudal THAAD di Korea Selatan pasca meningkatnya ketegangan mengenai uji coba balistik dan nuklir Korea Utara. [Sfa]

Sumber: Reuters.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: