Headline News

Ditolak Ormas, Acara Halal Bi Halal Felix Siauw di Semarang Batal

Jum’at, 07 Juli 2017 – 18.38 Wib,

SALAFYNEWS.COM, SEMARANG – Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) mengaku akan membatalkan kehadiran Ustad Felix Siauw ke Semarang. Hal tersebut adalah hasil dari mediasi yang dilakukan oleh sejumlah ormas dengan pengurus YBWSA di Polrestabes Semarang, Jumat (7/7). (Baca: Nadirsyah Hosen: Memproteksi NKRI dari Penyelundup Demokrasi “HTI”)

“Setelah dilakukan mediasi, kami menerima saran dari Kasat Intel dan pertimbangan yang lain, agar kehadiran ustad Felix Siauw dalam acara kami ditangguhkan,” ujar Ketua YBWSA, Hasan Toha Putra, usai mediasi.

Dia menambahkan, sebelumnya ustad Felix Siauw ini akan menghadiri acara halal bihalal di masjid At Taufiq di Banyumanik, Minggu (9/7), dan acara milad YBWSA ke-69 yang akan berlangsung di Universitas Islam Sultan Agung.

“Saya juga ingin meluruskan, bahwa saya bukan simpatisan maupun donatur HTI Kota Semarang, seperti yang dikabarkan dalam pesan berantai yang tersebar,” tambah Hasan. (Baca: HTI PEMBERONTAK?)

Berikut pesan berantai yang tersebar:

Tidak pernah terpikir dan masuk akal kalau ternyata Hasan Toha Putra, pemilik penerbit dan toko buku keislaman “Toha Putra” ikut serta terlibat dalam pendanaan kegiatan-kegiatan yang diadakan para aktivis Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), organisasi politik yang hendak mengganti dasar Negara Indonesia menjadi khilafah.

Selama ini Toha Putra dikenal sebagai penerbit buku-buku pesantren (kitab kuning) dan al-Quran dengan pasar yang sangat jelas, yaitu santri dan kiai pondok pesantren serta warga Nahdlatul Ulama secara umum. Namun uang yang dihasilkannya justru banyak didonasikan untuk kegiatan-kegiatan yang justru hendak menghancurkan persatuan dan kesatuan bangsa ini.

Kiai, santri dan warga NU yang menjadi konsumen tetap Toha Putra kini sedang berusaha dengan susah payah untuk mempertahankan NKRI, namun Toha Putra justru mengkhianati kepercayaan masyarakat dengan melakukan pembelaan dan dukungannya terhadap organisasi yang sudah dilarang pemerintah.

Bagi kiai dan santri, Toha Putra adalah penerbit dan toko buku yang patut diapresiasi karena telah ikut serta menjaga khazanah keislaman melalui penerbitan buku-buku karya para ulama Islam Timur Tengah maupun Nusantara, namun kini setelah masyarakat tahu keterlibatan Toha Putra dalam organisasi transnasional itu, kiai, santri dan warga NU secara umum akan berpikir ulang. Haruskah mengapresiasi penerbit yang mengkapitalisasi NU dan Pesantren, sementara uang yang dihasilkannya justru untuk mengadakan kegiatan-kegiatan terlarang dan merusak citra Islam?

Berikut data keterlibatan Hasan Toha Putra, pemilik penerbit dan toko buku Toha Putra dalam kegiatan HTI di Kota Semarang:

  1. Tahun 2015 Hasan Toha Putra selain sebagai donatur acara “Pawai Akbar Untuk Tegaknya Khilafah Islamiyah” yang diselenggarakan HTI, juga sebagai penanggung jawab atas terselenggaranya acara tersebut.
  2. Pada bulan Februari 2017 menjadi donatur dan penggerak penolakan pengajian kebangsaan dalam acara Cap Go Meh yang akan dihadiri Habib Luthfi bin Yahya dan KH Musthofa Bisri (Gus Mus) di tempat parkir Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).
  3. Pada bulan April 2017 memfasilitasi kegiatan “Masirah HTI untuk Pengenalan Bendera dan Panji Rasulullah” di Kota Semarang.
  4. Menjadi donatur aksi 212 dan membentuk Yayasan Umat Islam Bersatu yang mewadahi alumni 212 dan para aktivis HTI di Jawa Tengah.
  5. Banyak merekrut para pengurus HTI Jawa Tengah untuk menjadi pengajar di Yayasan Hidayatullah yang dipimpinnya.

Selain menjadi ketua di beberapa yayasan yang diisi para pengurus dan aktivis HTI Jawa Tengah, Hasan Toha Putra juga menjadi Ketua Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung yang menaungi kampus Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang. Kini ia sedang berusaha menyebarkan HTI di kampusnya dengan mengundang berbagai aktivis HTI seperti Felix Y Siauw.

Sementara itu, Kasat Intelkam Polrestabes Semarang, AKBP Ventie Bernard Musak menjelaskan, bahwa mediasi ini adalah inisiatif dari pihaknya. Selain itu, Polisi juga sebagai penengah dari kedua belah pihak. (Baca: Menjawab Kritikan Ust Felix Siauw “Wahabi-Salafy” Tentang Dakwah Para Wali dan Habaib)

“Mediasi ini inisiatif dari kami, ini dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.

Seperti diketahui, kedatangan Ustad Felix Siauw ke Semarang mendapat penolakan dari sejumlah organisasi masyarakat. Mereka menolak karena menilai, ustad muda itu merupakan aktivis ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Felix Siauw dijadwalkan akan menghadiri dua acara yang digelar oleh Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA). Acara halal bihalal yang digelar di Masjid At-Taufiq, Jalan Durian Raya, Banyumanik, Minggu (9/7) dan di Universitas Sultan Agung, Senin (10/7). (SFA)

Sumber: Berbagai Media

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: