Headline News

Ditekan Saudi dan AS, Mahmoud Abbas Khianati Rakyat Palestina

Minggu, 24 Desember 2017 – 06.39 Wib,

SALAFYNEWS.COM, RIYADH – Presiden Palestina, Mahmoud Abbas mengatakan bahwa Arab Saudi tidak pernah tertinggal sekalipun dalam mendukung rakyat Palestina di segala bidang dan tidak pernah menyerah dalam mendukung perjuangan Palestina, dalam sikap yang dikonfirmasi pengamat bahwa Arab Saudi berdiri menentang kejahatan Israel terhadap rakyat Palestina.

Baca: Mahmoud Abbas: AS Tak Pantas Lagi Jadi Pendukung Proses Perdamaian di Palestina

Setelah kunjungannya ke Arab Saudi dan kemudian ke Perancis, Abbas mengatakan dalam konferensi pers dengan presiden Perancis Emmanuel Macron di Paris bahwa “Arab Saudi seperti yang Anda semua tahu, menjalin ikatan yang kuat sejak 40 tahun dengan AS tetapi satu-satunya masalah pelik antara Arab Saudi dengan AS adalah masalah Palestina. Arab Saudi mendukung solusi khusus untuk masalah Palestina”.

Setelah pemungutan suara PBB yang memutuskan menentang langkah Washington untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota entitas Israel dan memindahkan kedutaan AS disana, Abbas dengan cepat mengumumkan bahwa AS tidak bisa lagi menjadi mediator yang jujur dalam proses perdamaian karena ia telah melanggar hukum internasional dan Israel tidak memiliki hak untuk pergi ke wilayah tersebut dan warga Israel tidak bisa mendirikan pemukiman disana.

Baca: Dunia Kecam Israel, Saudi Semakin Mesra dengan Rezim Tel Aviv

Mahmoud Abbas baru-baru ini telah mengunjungi Riyadh dan mengadakan pembicaraan resmi dengan Raja Salman. Ia mengatakan bahwa ia menerima jaminan dari Saudi yang akan mendukung berdirinya negara Palestina yang merdeka dengan Yerusalem timur sebagai ibukotanya.

Sementara itu, surat kabar Jerusalem Post milik Israel dalam laporannya mengungkapkan banyak rincian mengenai pertemuan darurat yang berlangsung hari Rabu (20/12) antara presiden Palestina Mahmoud Abbas dan pemerintah Saudi yang bertentangan dengan pernyataan presiden Palestina Mahmoud Abbas ini.

Baca: Ankara: Saudi & UEA Gadaikan Mekkah, Madinah dan Yerusalem ke AS dan Israel

Para analis Israel mengatakan bahwa “Arab Saudi kemungkinan akan menekan Abbas untuk menghentikan kampanyenya melawan keputusan Trump dan sebagai gantinya akan ditunjukkan keterbukaan dari pembahasan gagasan AS mengenai proses perdamaian yang diperkirakan akan segera diluncurkan”.

Sementara itu, surat kabar ini mengungkapkan dalam laporannya bahwa ada sebuah penawaran yang terjadi antara Arab Saudi dengan presiden AS Donald Trump  diantaranya adalah Saudi akan mendapat dukungan AS dalam perang Yaman dan dalam menghadapi Iran sebagai imbalan dari tekanan Riyadh terhadap presiden Palestina Mahmoud Abbas untuk memberikan konsesi, atau setidaknya menenangkan krisis di Yerusalem. (SFA)

Sumber: Al Alam

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: