Headline News

Diplomat Inggris Ditemukan Tewas Terbunuh di Beirut

Minggu, 18 Desember 2017 – 06.10 Wib,

SALAFYNEWS.COM, BEIRUT – Seorang diplomat wanita Inggris dilaporkan telah dibunuh di dekat ibukota Lebanon, Beirut. Media Inggris yang dikutip Press TV melaporkan pada hari Minggu (17/12) bahwa diplomat bernama Rebecca Dykes itu ditemukan tewas di dekat jalan raya di luar Beirut pada dini hari Sabtu.

Baca: Kedutaan Besar AS di Beirut adalah Markas Agen Mossad Zionis Israel

Mayatnya ditemukan tanpa surat identitas di jalan raya Metn. Ia dilaporkan menghabiskan hari terakhirnya bersama teman-temannya di sebuah kafe dan pergi sendirian di tengah malam. Kementerian luar negeri Inggris kemudian mengeluarkan sebuah pernyataan atas nama keluarga almarhum.

“Kami merasa hancur atas kehilangan Rebecca tercinta kami. Kami melakukan semua yang kami bisa untuk memahami apa yang terjadi,” demikian bunyi pernyataan tersebut, menambahkan, “Kami meminta agar media menghormati privasi kami saat kami berkumpul sebagai keluarga pada saat yang sangat sulit ini.”

Baca: Mufti Lebanon: Langkah Trump di Palestina adalah Praktek Terorisme

Polisi dilaporkan menyebut bahwa Rebecca dibunuh dan meninggal sekitar pukul 4 pagi pada hari Sabtu.

“Seluruh kedutaan sangat terkejut, sedih mendengar kabar ini.  Saya turut berbela sungkawa pada keluarga, teman dan kolega Becky atas kehilangan tragis mereka,” ungkap duta besar Inggris untuk Lebanon, Hugo Shorter, di laman Twitter, “Kami memberikan dukungan konsuler kepada keluarganya dan bekerja sangat erat dengan pihak berwenang Lebanon yang tengah melakukan penyelidikan polisi.”

Dykes menggambarkan dirinya di media sosial sebagai manajer program dan kebijakan dengan Departemen Pembangunan Internasional.

Baca: Kritikan Pedas Politisi Lebanon Kepada Putra Mahkota Saudi Terkait Reformasi Kerajaan

“Setelah kematian seorang wanita Inggris di Beirut, kami memberikan dukungan kepada keluarga tersebut. Kami tetap berhubungan dekat dengan pihak berwenang setempat. Hati kita bersama keluarga pada masa sulit ini, “kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Inggris. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: