Fokus

Dewan Pers Jatuhkan Sanksi Kepada Media yang Hina KH Aqil Siradj

Jum’at, 03 Maret 2017 – 08.40 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Menyusul pengaduan atas berita fitnah terhadap Ketua Umum PBNU (Ketum) KH Said Aqil Siroj, Harian Bangsa dan bangsaonline resmi dinyatakan bersalah. Akibatnya, media cetak terbitan PT Bangsa Sejahtera Pers ini pun diharuskan menayangkan hak jawab serta permintaan maaf kepada KH Said Aqil Siroj dan masyarakat pembaca. (Baca: Khatib jum’at Maki Ketum PBNU Ternyata Ciut Nyalinya Saat Ketahuan Belangnya)

Sebagaimana tertuang dalam Surat Pernyataan Penilaian dan Rekomendasi (PPR) Dewan Pers Nomor 05 dan 06/PPR-DP/II/2017 tertanggal 28 Februari 2017, Harian Bangsa dan bangsaonline ini dinyatakan melanggar Pasal 1 dan 3 Kode Etik Jurnalistik periahal pemberitaan yang tidak uji informasi, tidak berimbang, dan memuat opini menghakimi.

Dalam PPR tersebut, Harian Bangsa dan bangsaonline dibebankan tiga kewajiban atas pelanggaran etik jurnalistik. Pemeriksaan terhadap pengaduan KH Said Aqil dilakukan Dewan Pers sejak 16 Januari 2017. Termasuk didalamnya melakukan mediasi.

“Ya betul. Dewan Pers sudah menjatuhkan keputusan. Itu setelah proses mediasi dan pemeriksaan perkara. Saya dan Pak Andi Najmi hadir mewakili KH Said Aqil,” kata Ketua PBNU bidang Hukum Robikin Emhas, Kamis (2/3/2017). (Baca: Lecehkan Gus Mus dan KH Aqil Siradj, Mantan Anggota DPRD PKS Dilaporkan Polisi)

Kiai muda asal Malang itu menjelaskan, kesimpulan Dewan Pers antara lain memuat tiga rekomendasi. Rekomendasi tersebut antara lain terkait kewajiban melayani hak jawab dari pengadu, melakukan permintaan maaf kepada pengadu dan masyarakat, serta memuat hak jawab tersebut di media tersebut.

Robikin menambahkan, khusus terhadap bangsaonline dihukum untuk membuat berita permintaan maaf kepada KH Said Aqil dan masyarakat selama tujuh hari berturut-turut.

“Terpenting dari putusan ini adalah bagaimana fitnah yang kadung menyebar luas itu bisa diluruskan. Kedepannya agar hak masyarakat mendapatkan informasi yang mencerdaskan bisa dipenuhi dan sekligus terhindar dari hoax,” papar advokat jebolan Ponpes Gading, Malang. (Baca: KH Aqil Siradj: ISIS Masuk Indonesia Secara Masif 2017 : Video)

Sekadar diketahui, sidang etik terhadap kasus Harian Bangsa dan bangsaonline mulai bergulir setelah KH Said Aqil Siroj melalui Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBHNU) resmi mengadukan dua media tersebut pada 16 Januari 2017 lalu. Keduanya diadukan atas dugaan berita bohong berjudul “KH. Lutfi Abdul Hadi: Said Aqil Kejam, Sadis, Ayo Sumpah Li’an Kalau Berani”, dan berita lainnya berjudul “Merasa Tertipu Kiai Said Aqil, Janji Bangun Islamic Center, Ternyata Bangun Seminari”.

Sumber: Muslimoderat

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: