Headline News

Dewan Masjid Indonesia: Tak shalatkan jenazah salahi aturan syariat Islam

Minggu, 12 Maret 2017 – 00.02 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Banyak berseliweran berita tentang banyaknya spanduk-spanduk di beberapa masjid dan mushollah di wilayah Jakarta yang berisi tentang penolakan shalatkan jenazah bagi pendukung Ahok, namun NU tidak tinggal diam lewat ansor dan banser mereka siap menyolatkan jenazah jika ditolak oleh masjid setempat. (Baca: GILA! Kelompok Radikal Gunakan Masjid Sebagai Sarana Intimidasi Warga)

Ada sebuah cerita soal jenazah seorang nenek bernama Hindun yang tak disalatkan di musala karena pilihan politik jadi sorotan. Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (PP DMI) pun angkat bicara soal hal itu.

Selain itu, ada beberapa masjid di Setiabudi, Jakarta Selatan yang memasang spanduk penolakan mensalatkan jenazah muslim pendukung dan pembela penista agama. Spanduk itu pun menimbulkan banyak tanggapan dari berbagai pihak. Spanduk serupa juga muncul di Cakung, Jakarta Timur.

“Demi terjaganya persaudaraan sesama Muslim (ukhuwah Islamiyah), sesama manusia (ukhuwah basyariyah), dan sesama anak bangsa (ukhuwah wathaniyah),” kata Sekjen PP DMI Imam Addaruqutni dalam siaran persnya, Sabtu (11/3/2017). (Baca: VIRAL, Ansor Jakarta Barat Akan Shalatkan Jenzah Pendukung Ahok)

Berikut pernyataan lengkap PP DMI terkait hal tersebut:

  1. Bahwa sesuai tuntunan Al-Quran dan Al-Sunnah al-Nabawiyah, Syariat Islamiyah telah dengan jelas dan tegas menetapkan kewajiban dan hak syar’i antara sesama Muslim yang hidup maupun antara yang hidup dan yang meninggal dunia.
  2. Bagi orang yang sehat dalam suatu lingkungan masyarakat/kampung telah ditetapkan kewajiban syar’i yang harus ditunaikan yaitu menjenguk saudaranya yang sedang sakit, sementara yang sedang sakit memiliki hak syar’i untuk dijenguk oleh yang sehat.
  3. Selanjutnya, mensalatkan janazah saudara sesama Muslim adalah kewajiban syar’i bagi yang hidup dan hak syar’i bagi jenazah untuk disalatkan.
  4. Jika kewajiban syar’i ini dengan sengaja ditinggalkan, maka berdosalah seluruh umat dalam lingkungan masyarakat/kampung itu.
  5. Begitu pula laknat Allah lah bagi para penganjurnya dan orang-orang yang mengikuti karena dengan sengaja menyelisihi ketentuan Syariat Islamiyah.
  6. Seseorang bisa kehilangan hak syar’inya apabila secara sengaja dan terang-terangan (qashdan izh-haran) menyatakan kekafirannya atau permusuhannya (ma’shiyat) secara terus-menerus terhadap Islam.
  7. Karena itu Dewan Masjid Indonesia menyerukan segenap umat untuk menunaikan kewajiban dan hak syar’i sesama umat sesuai tuntunan Syariat Islam. (SFA/DetikNews)
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: