Headline News

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris Cicendo di Kawasan Kampung Inggris Pare Kediri

Senin, 13 Maret 2017 – 23.13 Wib,

SALAFYNEWS.COM, KEDIRI – Pengelola Asrama Putra “Umar”, di kawasan Kampung Inggris Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, yang dijadikan tempat singgah oleh terduga teroris Cicendo Bandung bernama Mahbub (36), tidak curiga dengan sikap yang bersangkutan.

Pelaku ditangkap di pinggir jalan di dusun tegalsari Desa Tulungrejo Kecamatan Pare Kabupaten Kediri atau lebih tepatnya di Jalan Asparaga Kampung Inggris.

Berdasar informasi yang dihimpun di lapangan, sekitar pukul 10.30 wib, Mahbub mengikuti pelajaran bahasa Arab di Kursusan Al-Asriyyah di Jalan Asparaga Rt.02 Rw 15 Dusun Tegal Sari Desa Tulungrejo Kecamatan Pare Kabupaten Kediri.

Sebelumnya densus 88 sudah melakukan penyelidikan dan pulbaket terhadap tersangka yang berada di Kampung Inggris. Pelaku diketahui  belajar  bahasa Arab dan bahasa Inggris sejak awal  Februari 2017.

Dan sekitar pukul 10.45 WIB saat Mahbub keluar dari Kursusan bahasa Arab Al -Asriyyah naik sepeda ontel (pancal) menuju arah barat tepatnya di sebelah timur pos Brigadir kampung Inggris Jalan Asparaga.  Saat itulah, Densus langsung menangkap, dan Mahbub dimasukkan mobil untuk dilakukan pengembangan kasus.

Sekitar pukul 12.30 WIB Densus 88 melaksanakan  penggeledahan di Asrama Putra Kursusan bahasa Arab Al-Asriyyah milik Ibu Laila Nur Shia yang dikontrak oleh Ustadz Moh Lutfi .

Kapolres Kediri AKBP Sumaryono SH. SIK. MH membenarkan penangkapan seorang terduga teroris di wilayah hukumnya. “Kami dari Polres Kediri hanya sekedar membackup penangkapan terduga teroris di wilayah kampung Inggris Pare oleh Densus 88 AT” tutur Kapolres Kediri.

Menurut kesaksian dari pimpinan Asrama Putra “Umar” Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri Muh Lutfi Hakim yang ditemui di lokasi asrama, Senin (13/3/2017) “Kami tidak menaruh curiga ke anaknya, jadi kegiatan sehari-hari ikut”.

Ia mengaku, belum mengenal terlalu jauh pada terduga teroris itu. Ia hanya mengetahui, yang bersangkutan berasal dari Kabupaten Tolitoli, Provinsi Sulawesi Tengah. Pelaku pun baru tinggal sekira satu bulan ini. Ia datang ke asrama ini ingin kursus Bahasa Arab dengan mengambil program selama dua bulan.

“Alasannya, dulu ingin belajar Bahasa Arab, jadi prosesnya sekitar dua bulan rencana, dan sampai April nanti dia mau pulang. Saat datang pun, dia sendirian,” ungkapnya.

Ia mengaku, tidak ada yang aneh dari sikap sehari-hari MB. Kepribadiannya seperti santri kebanyakan yang tinggal di asrama. Ia pun tidak mempunyai koleksi berbagai hal yang terkait dengan radikalisme.

“Anaknya normal, seperti anak-anak yang lain, juga ikut kegiatan. Ia pun juga belum punya istri,” ucapnya.

Lutfi pun mengaku kaget ada polisi yang masuk ke asrama. Ia tidak menyangka polisi menangkap MB, seorang terduga teroris. Ia pun berjanji, ke depan akan lebih selektif lagi menerima murid untuk ikut kursus.

Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri menangkap seorang terduga teroris yang tinggal di sebuah tempat kursus Bahasa Arab di kawasan Kampung Inggris, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Polisi sudah lama mengintai MB, dan langsung menangkapnya begitu ada kesempatan. MB pun juga langsung menyerah begitu ditangkap petugas. Ia juga langsung dibawa petugas, untuk keperluan interogasi.

Petugas sempat memeriksa kamar tempat MB tinggal di asrama tersebut. Sejumlah barang pribadi milik MB dibawa petugas, sebagai barang bukti.

Sementara itu, warga datang berduyun-duyun memadati lokasi asrama tersebut. Mereka merasa penasaran, bahkan tidak sedikit warga yang mengabadikan peristiwa itu dengan merekam lewat telefon selulernya. Akibatnya, aktivitas jalan raya di tempat itu menjadi padat merayap. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: