Headline News

Denny Siregar Ungkap Blunder di Piala Presiden

Minggu, 18 Februari 2018 – 18.50 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Usai pertandingan final Piala Presiden 2018, beredar video pendek saat-saat menjelang penyerahan piala. Dalam video terlihat anggota Paspampres mencegah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk turun mendampingi Presiden.

Tindakan tersebut merupakan prosedur pengamanan karena Paspampres berpegang pada daftar nama pendamping Presiden yang disiapkan panitia.

Baca: Denny Siregar: Gaya Politik Jokowi Pusingkan Lawan dan Kawan

“Paspampres hanya mempersilakan nama-nama yang disebutkan oleh pembawa acara untuk turut mendampingi Presiden Joko Widodo,” ujar Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin sesuai keterangan pers Biro Pers Istana Kepresidenan, Minggu (18/2/2018).

Namun ada penjelasan yang cukup menarik dari Denny Siregar terkait hal itu, berikut penjelasannya:

BLUNDER DI PIALA PRESIDEN

Ceritanya begini. Wasekjen Gerindra Andre Rosiade bilang, Anies sebenarnya sejak awal sudah diinfokan untuk mendampingi Jokowi turun menyerahkan piala pada pemenang. Tapi last minute namanya dicoret oleh panitia.

Makanya Anies ditahan oleh Paspampres.

Andre yang kemaren mendampingi Anies menyayangkan sikap panitia terutama Maruarar Sirait, sebagai Ketua Steering Committee Piala Presiden 2018 kenapa mesti terjadi seperti itu.

Baca: Denny Siregar: Jokowi Semakin Perkasa di Tahun Politik

Saya juga menyayangkan sikap panita yang cenderung lebay.

Entah karena ketakutan nama Anies meroket jika ia memanfaatkan kemenangan Persija itu, tapi jelas apa yang dilakukan panitia itu menjadi blunder. Ini jelas-jelas menampar wajah Jokowi yang tidak tahu menahu adanya masalah itu.

Dan Anies – harus diakui – malah mendapat simpati dengan adanya insiden yang seharusnya tidak terjadi itu. Pendukungnya memanfaatkan sekali situasi untuk memainkan peran sebagai korban bahwa Jokowi memperlakukan Anies tidak layak..

Seharusnya ini tidak terjadi lagi. Terlalu kasar cara bermainnya yang membuat malah Jokowi kehilangan poin di mata masyarakat.

Baca: Denny Siregar: Isu PKI Cara Terbaru Lawan Politik Jegal Jokowi

Pramono Anung dalam cuitannya kemaren pun berkomentar:

“Politik seharusnya merangkul untuk menambah kawan, bukan terus menerus menambah musuh. Politisi seharusnya menanam catatan diri yang baik, bukan malah mengumbar tabiat dan sifat yang menuai kritik. Pilihannya sederhana, tapi sering dibiat susah dan rumit sendiri. #potretkita”

Entah ini menyindir siapa, tapi sikap Pramono Anung jelas adalah sikap tidak setuju ketika kesalahan dibalas dengan kesalahan juga.

Dan saya merasa, cuitan Pramono Anung ini suara dari kemarahan Jokowi karena ia bukan pendendam apalagi membuat keputusan bodoh dengan tidak memperbolehkan Anies mendampinginya di acara penyerahan piala.

Semoga para politisi di samping Jokowi bisa lebih pintar dan bijaksana, bukan malah menikamnya di belakang. Sepakat?. Seruput dulu jika pikiran kita sama. (SFA/DennySiregar)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: