Fokus

Denny Siregar: Perang Bintang di Golkar

Jum’at, 17 November 2017 – 08.11 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Tokoh Medsos Denny Siregar membuat sebuah analisa yang cukup menarik terkait perang bintang di Golkar, berikut tulisannya:

Lanjut pertarungan internal Golkar. Seperti kita bahas sebelumnya, bahwa inti dari masalah Setnov ini adalah bagaimana bisa menguasai Golkar. Golkar yang memiliki 14 persen kursi di DPR, adalah partai seksi sebagai kendaraan di 2019.

JK sangat berkepentingan dengan menguasai partai ini. Sebelumnya, ia berusaha menguasai Golkar supaya bisa mempunyai posisi tawar di pemerintahan. Tapi niat itu terhambat dengan terpilihnya Setnov sebagai ketua umum. Setnov sendiri dikabarkan adalah orang dekatnya LBP.

Situasi yang baik itu muncul ketika KPK menyelidiki dugaan korupsi E-KTP yang melibatkan Setnov.

Sinterklas ini hampir tidak bisa mengelak dengan adanya bukti dan saksi yang memberatkan dirinya. Posisinya sebagai ketua umum Golkar pun digoncang. Panik, Setnov mengeluarkan sinyal bahwa partainya mendukung Jokowi sebagai Capres 2019.

Sayangnya, Jokowi sudah mengisyaratkan bahwa ini adalah proses hukum dan bukan politik.

Dengan sinyal Jokowi itu, maka bergeraklah KPK mendatangi Setnov untuk menangkapnya. Dan -seperti kita tahu- Setnov pun beraksi. Seperti ninja, cukup membanting granat asap, buzzzz, ia lenyap dari pandangan. Ini ilmu kanuragan tingkat tinggi, selevel Brama Kumbara.

Seperti sudah diduga, JK memaksakan munaslub untuk mengganti Setnov. Situasi yang sama saat terjadi dualisme kepemimpinan Golkar antara Aburizal Bakrie dan Agung Laksono tahun 2016.

Pertanyaannya, bagaimana seandainya kelompok JK yang menguasai Golkar?

Tentu ini jadi PR besar buat Jokowi. Situasi 2019 nanti bisa dilihat dari hasil Pilgub DKI kemarin, dimana JK mendukung Anies Sandi. Dengan kendaraan Golkar, JK akan bermanuver menjadi lawan politik Jokowi.

Dengan perolehan kursi 14 persen, maka cukup menggandeng PKS yang mempunyai 6 persen kursi, maka JK sudah bisa mengusung capres. Melihat kedekatan dan dukungan dia ke Anies, maka bukan tidak mungkin JK akan menaikkan Anies sebagai alternatif Presiden untuk melawan Jokowi.

Anies adalah wajah baru dalam Pilpres 2019 nanti, karena Prabowo sudah harus masuk kotak. “Sudah old..” Kata seorang teman.

Dengan keahliannya, JK akan menggandeng partai-partai koalisi yang kemaren tergabung dalam KMP -seperti PAN- untuk mendukung rencananya. Kekuatan besar akan digalang, sehingga nantinya hanya ada dua Capres saja, persis seperti Pilpres 2014.

Itulah kenapa Anies sudah bersiap diri dengan slogan “Pribumi”, sebagai upaya menyiapkan dukungan dari kelompok anti Jokowi. Kemenangannya di Pilgub DKI sebagai modal untuk menaikkan namanya.

JK pintar. Dengan mendorong KPK maka ia bisa dengan legal menyingkirkan Setnov dengan bersih, sekaligus membangun citra ketika Golkar ada di bawah kendalinya nanti, bahwa Golkar sekarang sudah anti korupsi. Sekali tepuk, tiga lalat berguguran. Dua lalat mati, satu dimakan..

Menarik melihat situasi internal Golkar saat ini. Lebih menarik lagi ketika LBP muncul ke permukaan dan siap bertarung lagi dengan JK – seperti di munaslub sebelumnya.

“Old soldier never die..” begitu kata Jenderal McArthur. Usia mereka boleh tua, tapi dalam kancah politik, yang muda-muda cukup nonton sambil makan kacang aja. (SFA)

Sumber: DennySiregar.com

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: