Fokus

Denny Siregar: NU Jawa Timur Bangkit Lawan Radikalisme

Selasa, 11 April 2017 – 07.31 Wib,

SALAFYNEWS.COM, SURABAYA – Maraknya radikalisme di Jawa Timur akhir-akhir ini menyebabkan para ulama dan tokoh agama bangkit melawannya. Tokoh media sosial Denny Siregar menulis tentang NU Jawa Timur bangkit melawan radikalisme, berikut tulisannya:

Ramai di beranda saya postingan tentang Istighosah NU di Sidoarjo kemaren. Istighosah yang di hadiri puluhan ribu kaum nahdliyin itu begitu menggetarkan, terutama ketika lagu Indonesia Raya dikumandangkan. (Baca: NU Rapatkan Barisan Hadapi Radikalisme Berkedok Agama yang Semakin Marak)

Kata istighosah sendiri berasal dari kata al ghouts yang artinya pertolongan. Dalam konteks kalimat ini, istighosah berarti permintaan tolong kepada Tuhan.

Istighosah di Sidoarjo itu seperti menutup rangkaian kejadian di Jawa Timur baru-baru ini, dimana NU melawan paham radikalis yang sedang mencoba masuk kesana. Seperti kita ketahui kemaren Sidoarjo dan Surabaya sempat tegang ketika Khalid Basalamah ustad para radikalis berusaha untuk mengadakan pengajian disana.

Selain Khalid Basalamah, Banser dan Anshor juga menolak kedatangan Habib Rizieq dan tidak membiarkan FPI berkembang disana. Sebelum itu para kyai dan santri di Madura sepakat menolak penyebaran paham wahabi dan ISIS di daerahnya. (Baca: PBNU dan Kapolri Tanda Tangani MOU Tentang Penanganan Konflik dan Hate Speech)

NU seperti tidak mau ditunggangi lagi seperti ketika ada pengusiran warga Sampang yang mengatas-namakan NU sebagai bagian dari pelaku pengusiran.

NU -terutama di Jawa Timur- sudah mulai bisa membedakan mana kaum radikalis berbaju agama yang hendak memecah belah kesatuan Indonesia. Pergerakan NU di Jawa Timur bukan tanpa sebab, karena mereka sudah melalui banyak peristiwa sebelum memutuskan apa yang harus di perbuat.

Jawa Timur adalah provinsi yang plural, dimana banyak wilayah tempat semua agama bergandengan tangan bersama.

Seperti contoh di Tuban, ketika hari raya Nyepi, secara otomatis suara adzan yang biasanya berkumandang melalui pengeras suara dikecilkan suaranya untuk menghormarti saudara sebangsanya yang sedang menjalani kepercayaannya.

Geliat NU ini bisa menjadi tonggak bahwa ketika negara dalam bahaya, NU harus menampakkan dirinya. Buat NU “membela negara adalah sebagian dari iman”. (Baca: Resolusi Jihad, Sumbangsih Buya Hasyim Asyari Kepada Bangsa dan Cinta Tanah Air)

Saya mendengar NU di Jawa Tengah juga mulai bereaksi terhadap kaum radikalis yang memakai baju agama ini. Hanya memang yang agak sulit adalah di Jawa Barat karena kelompok radikal ini tumbuh subur disana.

Semoga istighosah NU di Jawa Timur menjadi awal dari istighosah nasional dengan tema “Mempertahankan Kebhinekaan dan Persatuan RI”. Sudah seharusnya dikumandangkan kepada kaum radikal bahwa semua ada batasnya. Untuk NU Jawa Timur, saya angkat secangkir kopi untuk kalian semua. (SFA)

Sumber: DennySiregar

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: