Fokus

Denny Siregar: Lebaran Bersama 72 Bidadari

#KamiTidakTakut

Selasa, 05 Juli 2016,

SALAFYNEWS.COM, SOLO – Seminggu ini terjadi serangan bom bunuh diri di beberapa Negara, dan yang terbaru ledakan bom di Masjid Nabawi Madinah, namun pagi ini yang cukup mencengangkan adalah serangan bom bunuh diri di Mapolresta Solo, yang menewaskan pelaku bom dan melukai polisi, kenapa Radikalisme dan ekstrimisme selalu mengancam Pemerintah, aparat keamanan Negara? (Baca: NU Target Utama Takfiri)

Denny Siregar di websitenya menulis tentang kelompok pemuja kematian dengan cara tragis, dengan meledakkan dirinya agar dapat ketemu bidadari di Surga, simak tulisannya:

Seperti sudah ada kesepakatan yang terencana, jaringan teroris melancarkan serangannya serentak di beberapa tempat di dunia pada bulan Ramadhan. (Baca: Abu Janda Al-Boliwudi: Kelompok Khilafah, Wahabi, Teroris Serang Pemerintah, TNI dan POLRI)

Sesudah Turki, Bangladesh dan -yang paling besar- di Irak, kemudian Saudi di beberapa tempat, terakhir -dan baru saja- di Indonesia.

Indonesia ini agak aneh

Biasanya, ketika teroris ingin menyampaikan pesan ke seluruh dunia, maka kota yang disasar adalah Jakarta dan Bali, karena kedua kota ini mendapat perhatian internasional. Tapi kali ini bom bunuh diri malah terjadi di Mapolresta Solo. (Baca: HTI, ISIS, Wahabi Meretas NKRI)

Pertanyaannya kenapa Solo?

Kemungkinan besar bom bunuh diri di Solo itu sudah dipersiapkan sejak lama untuk di arahkan ke Jokowi, dengan perkiraan Jokowi pasti mudik dan berlebaran di kampung halaman. Biasanya pada hari lebaran ada open house dari pejabat. Sayangnya, informasi dimana Jokowi akan berlebaran baru disampaikan pada hari-hari terakhir mendekati lebaran. Dan Padang, tempat Jokowi melaksanakan lebaran, bukanlah kota yang diperhitungkan.

Gagal total rencana ini dan pelaku dengan panik melakukannya di mapolresta Solo.

Kemungkinan kedua, yàng lebih kecil, ada rencana meledakkan bom bunuh diri itu di pusat perbelanjaan Solo. Karena ini adalah kotanya Jokowi, maka diharapkan pesannya akan membesar. Tetapi pelaku secara mendadak merubah niatnya dan membawa bom-nya ke Mapolresta Solo. Ia berubah pikiran – mungkin karena tersadar apa yang ia lakukan salah jika meledakkan orang-orang tidak berdosa, maka ia mengarahkan dirinya ke tempat yang terjaga dengan ketat. (Baca: Jonru Kader PKS Ancaman Kedaulatan NKRI Sebarkan Fitnah SARA)

Kemungkinan lain, ini hanyalah decoy atau pengalihan. Ketika satu ledakan terjadi di markas polisi, maka di harapkan polisi akan fokus pada kasus di mapolresta dan abai pada tempat yang lain. Mereka mempunyai target lain yang lebih besar, yang kebih ramai dan tidak ketat penjagaannya seperti Sholat Ied.

Informasi terakhir, Polri menetapkan siaga satu di seluruh jajarannya

Ramadhan adalah bulan suci bagi umat Islam, dan entah kenapa semua target adalah tempat dimana banyak umat Islamnya. Belum bisa terdeteksi kenapa teroris ini melancarkan aksinya di bulan suci ini. (Baca: Qurais Shihab: Jihad Versi Islam Beda Dengan Versi Radikal)

Mungkin, ini mungkin ya…. Mereka ingin lebaran dengan 72 bidadari di surga nanti. Cuma mereka pasti kecewa berat, karena meski seluruh tubuhnya ada disana, “si ujangnya” ketinggalan di bumi. Pata bidadari bersedih, lebaran kali ini mereka terpaksa makan rendang lagi, rendang lagi. (SFA)

Sumber: DennySiregar.com

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: