Fokus

Denny Siregar: Jurus Pecah Ombak Pakde Jokowi

Selasa, 27 Juni 2017 – 02.00 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Denny Siregar memberikan opini menarik tentang pertemuan Jokowi dengan GNPF MUI, meskipun masih membingungkan namun itulah jurus pecah ombak Jokowi, berikut tulisannya:

Memang Jokowi itu cerdas dan halus sekali permainannya. Seperti yang kita bahas kemarin, betapa strategi pecah ombak Jokowi dalam menerima GNPF MUI ke istana saat open house membuat kecele banyak orang, termasuk pendukungnya sendiri. (Baca: Denny Siregar: GNPF MUI, Jokowi Wong Solo Kok Dilawan)

Saya sendiri sulit bertindak seperti dia saat menerima orang yang selalu membenci saya, apalagi merangkulnya.

Tapi pakde itu sangat bisa.

Dan yang terjadi sesudah open house itu, ngamuklah “seseorang yang tidak boleh disebut namanya” dan menyuruh seluruh pimpinan GNPF MUI untuk ke Jogja menemui dirinya di lebaran kedua. Sudah mulai muncul bibit-bibit ketidak-percayaan diantara mereka dan skalanya akan membesar ke depannya. (Baca: Denny Siregar: Gaya Politik Jokowi Pusingkan Lawan dan Kawan)

Para unsur pimpinan GNPF MUI pasti akan menjelaskan bahwa kedatangan mereka ke istana adalah bagian dari strategi politis untuk negosiasi masalah rekonsiliasi dan kriminalisasi. Tapi siapapun yang tahu Jokowi pasti akan paham, bahwa Jokowi bukan orang yang bisa di negosiasi dalam hal apapun juga.

Bahkan Panglima TNI -dalam wawancara dengan Rosiana Silalahi di Kompas TV- sudah membahasakan betapa keras kepalanya Jokowi jika ia sudah ada maunya.

Pakde bukan orang yang takut bahaya, tetapi juga bukan orang yang tanpa perhitungan. Ia adalah seorang tukang kayu, yang memperhatikan detail setiap produksi meubelnya. Begitu juga yang ia lakukan dalam setiap langkah politiknya. (Baca: Denny Siregar: Serangan Maut Jokowi)

Diterimanya pimpinan GNPF MUI ke istana, sebenarnya jauh lebih berbahaya bagi mereka dibandingkan ketika mereka ditolak. Kalau ditolak, maka medan perang semakin jelas. Tapi ketika diterima seperti itu, Jokowi sudah melepas “penghalang” diantara mereka dan masuk lebih dalam ke jantung pertahanan lawan.

Lihat saja reaksi dari kubu lawan berbeda-beda. Ada yang mengutuk, ada yang memuji bahkan ada juga yang panik. Semua perkiraan mereka terhadap langkah strategis Jokowi ke depan berantakan dalam waktu semalam..

Situasi ke depan ini akan membuat medan pertarungan di pilpres 2019 nanti semakin rumit.

Barisan haters Jokowi akan terpecah.

Mereka yang tadinya yakin bahwa Jokowi adalah “musuh ulama” mulai ragu dengan diterimanya ulama versi mereka dengan tangan terbuka oleh Jokowi. Akan timbul simpati kepada sang maestro dan menimbulkan perdebatan di internal mereka sendiri.

Sedangkan disisi lain, haters Jokowi akan muncul rasa tidak simpati kepada para petinggi GNPF MUI dengan men-cap mereka sebagai penjilat, penghianat, muka dua, orang bayaran dan sebagainya.

Itulah kenapa “seseorang yang tidak boleh disebut namanya meski sudah tua itu” marah besar. Semua kejadian ini diluar prediksinya dan ia harus merekonstruksi kembali strategi politiknya.

Dan nanti, bahkan di pendukung Jokowi juga akan muncul kebingungan meski kecil skalanya. Mereka yang sudah menemukan cara mendeteksi “dimana ada Islam radikal, maka jangan pilih pemimpin yang dipilihnya” akan bengong ketika ternyata ada satu dua kelompok radikal yang mulai merapat ke Jokowi.

Meski dibahasakan bahwa open house itu terbuka untuk siapa saja, jangan lupa bahwa pertarungan pilpres 2019 sudah dimulai sejak Pilgub DKI kemarin. Jadi, apapun yang terjadi belakangan ini tidak akan lepas dari unsur langkah-langkah strategis politik menuju kesana..

Dalam permainan catur, selain kecermatan, kemampuan memprediksi dan bergerak sesuai langkah lawan termasuk unsur penting dalam meraih kemenangan. Dan ketika lawan melangkah dengan strategi mereka mendekati Jokowi, maka Jokowi pun melangkah dengan pola yang tidak terduga..

Saya ketawa ketika ngopi dengan seorang teman yang bertanya, “Bagaimana prediksi abang dengan langkah-langkah lawan politik Jokowi sekarang ini?”. Saya cukup menjawab, “Semua akan Jokower pada waktunya”. Seruput. (SFA)

Sumber: DennySiregar

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: