Nasional

Denny Siregar: Jonan Hajar Freeport

Senin, 20 Februari 2017 – 19.10 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Tadi jam 10 pagi, Presiden dan CEO Freeport McMoran Inc. Richard Ackerson, mengadakan jumpa pers. Pada intinya ia mengeluhkan tentang ketidak-adilan pemerintah Indonesia dalam mengambil langkah terkait situasi Freeport. Ia juga mengatakan akan mem-PHK banyak karyawan karena buntunya ekspor konsentrat yang menjadi sumber penghasilan mereka. (Baca: PERMAINAN JOKOWI SANG ‘RAJA HUTAN’)

Ada kemungkinan besar PT Freeport Indonesia akan melakukan langkah Arbitrase, atau penyelesaian sengketa melalui jalur diluar pengadilan. Menteri Jonan sendiri menilai langkah Arbitrase adalah langkah tepat, daripada sibuk mengancam akan memecat karyawan. Itu langkah jantan daripada berlindung dibalik punggung karyawan. Pemerintah Indonesia sendiri percaya bahwa negara akan menang. Berkaca dari menangnya pemerintah ketika berhadapan dengan PT Newmont Nusa Tenggara. (Baca: Yusuf Muhammad: Duet Maut dari “Duo Koppig” Jonan dan Arcandra Tahar)

Keras kepalanya Jonan didukung oleh anggota DPR. Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Satya Widya Yudha, mengatakan, “Negara kita negara berdaulat. Jangan benturkan rakyat dengan pemerintah”.

Sementara itu Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Chappy Hakim, sudah mengundurkan diri dari Freeport. Ini membuat Freeport Internasional tidak punya negosiator lagi sebagai jembatan antara mereka dan pemerintah Indonesia.

Baru kali ini Freeport ditekan luar biasa. Langkah-langkah mereka seperti mati gaya ditangan Jonan. Mereka digiring ke arah permainan tanpa bisa mengendalikan situasi seperti yang biasa mereka lakukan. Biasanya cukup bayar beberapa pejabat, selesai perkara. Mereka salah besar menghitung nasionalisme punggawa-punggawa pemerintahan sekarang ini.

Pemerintah Indonesia tidak suka bertarung di jalan. Selain tidak etis, itu menunjukkan cara yang tidak profesional. Freeport digiring ke ring pertempuran untuk bertarung secara sah dan legal. “Ayo kita pukul2an di area yang legal..” begitu bahasa sederhananya.

Maukah Freeport?

Belum tahu, tapi naga-naganya -bukan naga bonar- Freeport dengan terpaksa harus ikut keras kepalanya Indonesia.

Dampak negatifnya tentu ada, yaitu penghentian produksi sementara. Dan ini berakibat banyak karyawan yang terpaksa dirumahkan. Sejumlah ekspatriat bahkan dikabarkan sudah dipulangkan ke negaranya.

Entah harus senang atau sedih melihat situasi ini. Senang, karena baru kali ini kita melihat bahwa negara kita sangat berdaulat. Dan sedih, mengingat banyak karyawan yang terpaksa dirumahkan.

Apapun itu, perjuangan memang selalu membawa korban. Semoga nasionalisme di dada para karyawan Freeport yang dirumahkan, akan menjadi pondasi kuat mereka dalam menghadapi situasi sulit ini.. Semoga secangkir kopi bisa sedikit menguatkan. (SFA)

Sumber: DennySiregar.com

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: