Nasional

Denny Siregar: Jokowi Nahkodai Kapal “NKRI” yang Telah Lama Hilang Arah

Selasa, 01 Agustus 2017 – 17.43 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Tokoh medsos Denny Siregar menulis tentang bagaimana Pakde Jokowi Nahkodai Kapal “NKRI” yang telah lama hilang arah, berikut tulisannya:

SECANGKIR KOPI PAHIT & PERUBAHAN

Sudah puluhan tahun kapal bernama Indonesia ini berlayar ke arah yang salah. Pembangunan negeri kita tampak megah diluar, tapi sebenarnya keropos di dalam. Perekonomian hanya terpusat di Jawa dan lebih spesifik lagi di Jakarta. Kendali ekonomi dipegang oleh hanya 1 persen masyarakat dari seluruh penduduk Indonesia. (Baca: PAN “Khianati” Jokowi)

Kita seperti Titanic, yang mengagumkan ketika terlihat dari kejauhan tetapi sebenarnya punya masalah besar di lambung kapal yang lemah. Hutang konsumtif terus menerus, tanpa memikirkan membangun sumber pendapatan baru.

Lihat saja pendapatan belanja negara atau APBN kita di tahun 2017 hanya 1.700-an triliun rupiah. Sedangkan pengeluaran kita bengkak mencapai 2.100 triliun. Itu berarti setahun kita minus 400 triliun rupiah. Mengerikan.

Ini adalah masalah yang sudah sangat lama dan dipelihara dengan berbagai kepentingan. Ada yang ingin Indonesia terus berhutang supaya mendapat komisi dari bunga hutang luar negeri, ada juga yang menghutangi dengan jaminan penguasaan sumber daya alam.

Pada masa Gus Dur dan Megawati, mereka sudah menyadari hal itu. Karena itulah Megawati membuang beberapa “sekoci” dalam bentuk penjualan aset negara, hanya sekedar menyelamatkan diri dari tenggelamnya kapal ini karena beratnya hutang jangka pendek yang jatuh tempo. (Baca: Muhammad Zazuli: Sang Pemberani Itu Bernama Jokowi)

Masa sepuluh tahun kemudian adalah masa PHP, pemberi harapan palsu.

Hutang satu dibayar dengan hutang yang lain, lalu dicitrakan “sudah pernah melunasi hutang”. Hutang konsumtif dalam bentuk bantuan langsung tunai yang malah menambah beban negara.

Bunga hutang kita semakin tinggi diikuti dengan semakin perkasanya dollar terhadap rupiah. Bunga hutang kita sudah mencapai 250 triliun rupiah per tahun yang harus dibayar.

Nahkoda kapal kemudian dipegang oleh Jokowi, mantan tukang kayu.

Ia berusaha membelokkan kapal ini ke jalur yang benar sesuai arah kompas. Belokan tajam yang dilakukannya menimbulkan banyak korban, mereka yang selama ini bergelimang hasil sebagai perantara.

Petral -si mafia migas- dihancurkan. Mafia pupuk diberantas. Mafia pangan disikat. Ia juga membangun jalur distribusi di semua titik kepulauan Indonesia yang disebut sebagai “tol laut” untuk memangkas biaya transportasi yang selama ini dipegang perantara.

Jalan tol dan jalur kereta api dirancang dan dibangun secepatnya. Daerah-daerah baru di wilayah timur Indonesia dibuka untuk menarik minat investasi luar.

Jokowi membangun sumber pendapatan baru supaya pendapatan negara meningkat. Dengan begitu, ia ingin mengembalikan neraca keuangan kita yang selalu minus supaya kembali ke posisi seimbang antara pendapatan dan pengeluaran. Inilah yang disebut dengan equilibrium atau titik keseimbangan baru.

Pasar bergeser, dari yang semula dikuasai oleh para perantara yang terpusat di Jawa, meluas ke berbagai provinsi di Indonesia. Ekonomi tumbuh secara merata membangun pondasi-pondasi baru. Bisnis distribusi online melaju cepat sedangkan bisnis retail melalui toko dan mall anjlok dengan hebat. (Baca: Denny Siregar: Jurus Pecah Ombak Pakde Jokowi)

Banyak pengamat meramalkan, tahun 2020 adalah tahun emas Indonesia. Sebagai negara besar dengan banyaknya sumber daya alam ditambah jumlah sumber daya manusia, Indonesia bisa kembali menguasai ASEAN, bahkan berpeluang menjadi negara ke 8 dengan ekonomi terbesar di dunia.

Hanya mereka yang siap berubah yang bisa menyambut situasi ini. Sedangkan yang selalu nyinyir akan kalah dan terpinggirkan.

Secangkir kopi pahit memang tidak enak di ujung lidah awalnya. Tetapi mulai banyak yang sadar, bahwa pahitnya kopilah sumber kenikmatan yang sebenarnya. Seruput. (SFA)

Sumber: DennySiregar

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: