Analisis

Denny Siregar: Jokowi-Ahok Satu Paket

Senin, 12 Desember 2016,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Denny Siregar membuat sebuah analisa menarik tentang Jokowi dan Ahok yang tak bisa dipisahkan, karena keduanya adalah satu paket bagi kesejahteraan NKRI, berikut tulisannya:

Ketemu salah seorang relawan Jokowi. Ngobrol ngalur ngidul ngisor, tiba-tiba ia berkata, “Aku ini pendukung Jokowi.. tapi bukan pendukung Ahok..”.

Saya menatapnya, “Kenapa?” Tanyaku, ingin menggali alasan di baliknya. Dia akhirnya bercerita panjang lebar yang pada intinya karena kasarnya mulut Ahok, isu 9 naga dan lain-lain yang kita juga biasa mendengarnya. Tersenyum saya mendengarnya. Yah namanya juga pilihan, bebas-bebas saja.

Hanya ada satu yang temanku ini lupa. (Baca: Denny Siregar dan Cara Perang Politik Cerdas Jokowi)

Salah satu alasan Jokowi waktu menerima pencalonan Presiden dan berhenti jadi Gubernur DKI lebih cepat adalah, “… saya akan lebih mudah menyelesaikan masalah Jakarta jika saya menjadi Presiden..”

Dan terbukti memang… Sejak Jokowi menjadi Presiden, Ahok -penggantinya- jauh lebih mudah menyelesaikan masalah banjir dan macet. Koordinasi Ahok dengan Menteri PU jauh lebih mudah untuk atasi banjir yang menjadi momok di Jakarta sebelumnya. Ingat dulu perseteruan Gubernur Jokowi dengan Menteri PU masa SBY, Joko Kirmanto.

Jujur sajalah, Jakarta dulu ma sekarang untuk masalah banjir sudah jauh berbeda kan?. Begitu juga pembangunan transportasi massal yang sedang dikebut untuk mengurangi jumlah kendaraan pribadi di jalan. Mulai MRT, LRT, Commuter line trans Jakarta sampai kereta ke bandara terus dikebut pembangunannya dengan kerjasama yang baik antara pemerintah pusat dengan pemprov DKI. (Baca: Denny Siregar: Panggung Politik Ahok Dimulai)

Coba deh mampir ke Jakarta, lihat betapa cepatnya pembangunan proyek transportasi massal itu dikerjakan. Dan semua itu hasilnya untuk warga Jakarta..

Jadi, lucu juga ketika ada seorang pendukung Jokowi mengatakan bahwa ia tidak mendukung Ahok. Bagaimana bisa melepaskan mereka yang sejak awal satu paket untuk menyelesaikan masalah yang dulu tak pernah terpecahkan di Jakarta?.

Kebayang jika yang jadi Gubernur nanti bukan Ahok. Bisa terjadi penyanderaan program yang sudah berjalan oleh Gubernur baru yang secara politis berseberangan dengan Jokowi. Tenttu akan repot kembali koordinasinya, sibuk ribut di langkah politis sehingga mengurangi kinerja.

Biasa, kita tahulah.. ajang Pilpres 2019 pasti jadi tempat mencari panggung banyak pejabat. Jokowi membutuhkan Ahok untuk tetap menjadi Gubernur DKI, karena ia harus merealisasikan janjinya dulu waktu meninggalkan Jakarta. Seperti kata lagu dangdut, “Kau yang berjanji, kau yang mengakhiri”. (Baca: Jokowi Presiden ‘Apa Adanya’)

Karena itu mendukung Ahok sebagai Gubernur DKI adalah keharusan bagi pendukung Jokowi. Karena -perhatikan saja- para pembenci Ahok kebanyakan adalah barisan sakit hati pilpres 2014. Jangan termakan isu mereka untuk memisahkan Jokowi dan Ahok dari program pembangunan di Jakarta.

Jokowi dan Ahok bagi Jakarta itu seperti kopi dan gula. Satunya pait, satunya lagi manis dan mereka saling menyeimbangkan. Jika Ahok tersingkir dari DKI, jalan Jokowi menuju periode kedua, bisa sangat terganggu karena banyak proyek yang tidak terealisasi kecuali ada negosiasi.

Masak gini aja gak paham? Mukidi aja ngerti. (SFA)

Sumber: DennySiregar.com

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: