Nasional

Denny Siregar: Harta Terbesar Bangsa Indonesia Adalah Kepercayaan

Sabtu, 18 Maret 2017 – 19.06 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Denny Siregar mengulas tentang harta terbesar bangsa Indonesia adalah kepercayaan, ditangan Pakde Jokowi kepercayaan dari rakyat dan investor semakin tinggi, berikut ulasannya: (Baca: Denny Siregar: Kuasai Jabar dan DKI Siasat Gerombolan PKS Sikat Jokowi di Pilpres 2019)

Kamu tahu kekayaan apa yang dimiliki bangsa Indonesia sekarang?”. Aku menatap wajahnya. Dia Jokowi, Presiden Republik Indonesia. Wajah tirusnya dan mata lebamnya akibat terlalu lelah, menatap jauh ke depan menunjukkan bahwa ia adalah seorang visioner.

“Kekayaan alam?” Jawabku ragu. Aku benar-benar ragu, karena seberapa besarpun kekayaan tidak akan berguna jika tidak difungsikan dengan baik.

Pakde, kupanggil dia dengan panggilan yang lebih menyenangkan daripada menyebut namanya, tersenyum. “Bukan” Katanya.

“Kekayaan terbesar yang sekarang ada di bangsa ini adalah kepercayaan. Trust. Dengan kepercayaan, banyak negara lain yang dengan suka cita berinvestasi di negara kita. Kita punya tanah, kita punya sumber daya baik manusia maupun alam, tapi kita gak punya uang. (Baca: Denny Siregar: Suriah Kecil itu Bernama Indonesia)

Karena itu kita tawarkan kepercayaan sebagai ikatan. Komitmen bahwa kita adalah partner kerja yang baik yang tidak akan curang. Anda untung, kami juga untung. Karena kalau salah satu buntung, bukan kerjasama namanya tapi perampokan”.

Ah, benar sekali. Kepercayaan itu tidak ada wujudnya, bentuknya bukan material. Ia bernilai spiritual. Dengan kepercayaan, maka potensi yang dimiliki masing-masing partner akan saling bersinergi dan membangun kekuatan baru.

Satu pelajaran lagi kudapat dari beliau.

“Dan kamu tahu kenapa saya bisa jadi Presiden dan tetap menjadi Presiden sampai sekarang?”, Tanyanya lagi. (Baca: Puisi Panas Denny Siregar Kepada Tengku Zulkarnaen)

Aku tahu, pakde. Kepercayaan. Rakyat percaya bahwa anda bekerja, anda percaya rakyat mendukung di belakang anda. Tidak ada partai yang berani menggoyang anda karena mereka tahu bahwa mereka akan berhadapan dengan tembok besar kepercayaan kita.

“Saya kerja dulu, ya” Ia pamit meninggalkanku sendiri. Terdengar bunyi alarm pagi. Ah, aku mimpi lagi. Sudah saatnya membuat secangkir kopi. (SFA)

Sumber: DennySiregar.com

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: