Fokus

Denny Siregar dan Tangisan Heboh Ahok

Rabu, 14 Desember 2016,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Sidang kasus Ahok digelar kemarin atas dugaan penistaan agama, serempak jagat media sosial heboh dengan pembacaan pembelaan Ahok yang disertai dengan tangisan. Tokoh media sosial Denny Siregar membuat sebuah satire tentang efek tangisan Ahok yang super heboh, berikut tulisannya:

Kenapa Ahok mesti menangis di persidangan tadi?.

Ahok tidak sepantasnya menangis, karena menangis itu bukan haknya. Menangis adalah hak orang-orang tertentu yang sudah menjadi merk dagangnya. Sedangkan Ahok lekat sebagai penista agama.

Apa kamu mau mengambil lahan tangisan seorang yang bersuara serak-serak basah, yang mengumpulkan banyak umat dan mengajak menangis sambil doa bersama? Tidak mungkin lah, hok..

Lu itu siapa? Ulama bukan, ustad bukan, kok pake acara menangis? Apa mau dilaporkan lagi karena menistakan tangisan? Kalau mau menangis, menangislah sambil jualan agama. (Baca: Ahok Jadi Tersangka, Prediksi Jitu Denny Siregar Terbukti)

Menangis itu adalah hak seseorang yang menyelesaikan banyak masalah pemerintahan dengan airmata. Hujan, menangis. Terang, menangis lagi. Longsor, nangis. Banjir, terisak lagi. Kamu gak bisa seenaknya mengambil hak itu, hok.. Kamu gak ada badaknya..

Gak pantas menangis, hok..

Kamu gak bisa berperan di depan video lalu menangis sambil berkata, “Jangan ditipu ya.. jangan ditipu..”. Menangis itu perlu penjiwaan dan harus terlihat di publik sambil memakai kaos berlogo perusahaan. Sesalah-salahnya mereka menangis adalah sebaik-baiknya kamu menistakan agama. (Baca: Denny Siregar: Jokowi-Ahok Satu Paket)

Kamu harusnya cukup terdiam saja, hok.

Pake peci hitam dan baju koko putih bersih untuk mencari simpati seperti para pelaku korupsi. Kalau perlu pake jilbab, biar semakin religi. Menangis? Ah, itu bukan kamu hok.. Kamu tidak sama seperti mereka, itu bukan hakmu, paham?

Akhirnya lihat ketika kamu menangis, tangisanmu dibandingkan dengan tangisan ibu-ibu yang tidak mau direlokasi dari pemukiman kumuh ke tempat yang lebih layak. Meski perbandingan itu tidak jengkol to jengkol – apel sudah terlalu mainstream – tapi harus dipaksakan keluar, karena menangis memang bukan hakmu. (Baca: Siapa Sosok Ketua Majelis Hakim Atas Perkara Ahok)

Kamu tidak pantas menangis, hok.. Kamu adalah penista agama. Kamu kafir dan bukan penghuni surga. Menangis itu adalah hak para pemilik surga, yang tidak mau disentil sedikit saja, tapi sibuk membohongi banyak orang pake ayat yang dijual murah..

Sadar dirilah, hok.. seharusnya kamu tidak perlu menangis. Karena mereka mempunyai keyakinan, “Tangisanmu adalah tangismu dan tangisanku adalah tangisku..”

Daripada menangis, hok.. ucapkan syahadat, jauhi equil, boikot sari roti dan tolak metro tv.. Daripada kelar hidup lo?

Coba kentut di ruang sidang, hok.. mungkin mereka lebih terima. Karena tidak satupun dari mereka yang menjual kentut demi kepentingan, karena kentut sangat nista. Tidak akan ada orang yang ngomong, “Karena Ahok kentut, bisnis pesantren saya akhirnya selamat..”

Sambil minum kopi tadi saya membayangkan hal yang mengerikan, hok… Elu nangis aja 7 juta orang keluar, kalau lu kentut bisa berapa puluh juta orang ada di jalan? (SFA)

Sumber: DennySiregar.com

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: