Nasional

Denny Siregar: Cyber Indonesia, Gerakan Perlawanan Advokat Muda

Cyber Indonesia

Senin, 16 April 2018 – 18.22 Wib,

JAKARTA – Denny Siregar memberikan apresiasi kepada Cyber Indonesia yang saat ini berada di depan melawan kelompok dan politkus yang menyebarkan isu SARA, dalam tulisannya DS menyebutkan bahwa Cyber Indonesia muncul di dasari dari keresahan politik yang dibungkus SARA, berikut ulasannya:

CYBER INDONESIA, PERLAWANAN PARA PENGACARA MUDA

Amien Rais akhirnya dilaporkan ke polisi karena ucapannya yang menuding “Partai Setan”. Yang melaporkan adalah Aulia Fahmi dari Cyber Indonesia.

Baca: Cyber Indonesia Laskar Penumpas Hoaks dan Ujaran Kebencian

Nama Cyber Indonesia menarik perhatian saya belakangan ini. Kelompok ini dibentuk oleh beberapa kumpulan pengacara muda yang resah dengan situasi yang berkembang saat ini. Terutama kelompok yang mengatasnamakan Islam tapi kerjanya sibuk memecah belah.

Di Cyber Indonesia ada Muannas Al Aidid. Ia yang sempat melaporkan Jonru “si cowok di seberang jendela” karena sudah memplesetkan namanya menjadi Aidit, seorang tokoh PKI. Jonru sendiri akhirnya masuk sel karena dakwaan atas fitnah yang ia lakukan di media sosial.

Selain itu, ada juga Jack Boyd Lapian. Jack dikenal karena melaporkan Ahmad Dhani. Ia juga pernah melaporkan Anies Baswedan karena kata “pribumi”.

Baca: Tuduh Muannas Aidid Anak PKI Jonru Dilaporkan Kembali

Cyber Indonesia juga melaporkan Rocky Gerung karena mengatakan kitab suci itu fiksi. Ini mungkin sebagai aksi peringatan saja bahwa mereka juga bisa seperti lawannya.

Dari rekam jejaknya, Cyber Indonesia bukan organisasi gertakan belaka. Mereka serius dan konsisten dalam menggunakan hukum sebagai senjata. Bisa jadi ini bagian dari perlawanan mereka terhadap “kubu sebelah” yang dikit-dikit main lapor ke polisi selama ini.

Baca: Wasekjen MUI Sebut Rocky Gerung Menistakan Agama, Minta Polisi Proses

Tapi gerakan Cyber Indonesia juga tidak mudah. Gerakan mereka juga sering dicibir oleh kaum pengaku nasionalis yang menganggap mereka lebay karena ikut-ikutan main laporan. Kaum pasif dan apatis yang bahkan tidak mau bergerak ketika situasi menekan. Beda dengan lawan mereka yang solid dan militan.

Seperti saya pernah bilang, senjata kita sebenarnya sama, tinggal siapa yang mau menggunakannya. Perlawanan yang berasal dari kegelisahan, mulai muncul dimana-mana. Nanti saya ceritakan bagaimana sineas Indonesia seperti Lola Amaria juga “melawan” melalui film layar lebarnya.

Selamat datang, kaum revolusioner. Sesungguhnya secangkir kopi dan bendera merah putih yang akan menyatukan langkah kita semua. Seruput kopinya. (SFA/DennySiregar)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: