Analisis

Denny Siregar: Cuci Otak di Aleppo, Kang Emil Baca Ya

Sabtu, 17 Desember 2016,

SALAFYNEWS.COM, IRAK – Kebebasan Aleppo baru-baru ini membuat dunia gegap gempita, media Saudi dan Barat mereka tidak terima atas kemenangan tentara Assad didukung Rusia yang sukses menghancurkan kerajaan pusat terorisme di dunia yang berada di Aleppo. Media-media di lokapun ikut-ikutan menyebarkan berita yang meojokkan Bashar Assad, namun kebebasan Aleppo langsung dirasakan oleh penghuninya, mereka tak butuh media barat, tak butuh media Saudi, mereka bahagia pemerintah Suriah ditangan Bashar Assad yang dapat mengambil kembali kerajaan teroris ter akbar di dunia di Aleppo.

Berikut tulisan tokoh media sosial Denny Siregar yang memberikan ulasan betapa kejamnya “Cuci Otak di Aleppo”, hingga walikota Bandung termakan oleh gosip murahan dari kelompok-kelompok yang berafiliasi dengan HTI yang jelas-jelas ingin mendirikan negara Khilafah di Indonesia, padahal sumber kekacauan di Suriah adalah akibat teroris berkedok sebagai “Mujahidin” lah yang ingin mendirikan Khilafah disana yang menghancurkan Suriah, Irak, Libya, pesan buat kang Emil untuk selalu bisa melihat dengan jernih dan fair tentang apa yang terjadi di Aleppo, berikut tulisannya: (Baca: Tak Terima Kebebasan Aleppo, Media Arab dan Barat Sebarkan Hoax di Medos)

Kembali ke Suriah. Masih ingat foto anak kecil yang duduk di kursi oranye yang badannya putih terkena abu reruntuhan gedung?.

Saya pernah menulis tentang bagaimana kebohongan dalam bentuk propaganda yang aktif dimainkan di Suriah. Kebohongan ini disebarkan sebuah organisasi bernama White Helmet. WH bermain peran sebagai organisasi kemanusiaan, tapi sesungguhnya mereka memainkan propaganda kebohongan yang menyudutkan pemerintahan Bashar Assad.

Menariknya, si Helm Putih ini beritanya diambil oleh banyak media mainstream internasional dan dijadikan acuan.

Operasi terbaru White Helmet adalah saat tentara pemerintah Suriah beserta Rusia dan Hizbullah berhasil membebaskan Aleppo dari tangan teroris. Mereka memainkan akun twitter bernama Bana dengan profil seorang anak kecil berusia 7 tahun.

Akun Twitter Ridwan Kamil

Bana memberikan laporan tentang situasi Aleppo dengan gambar-gambar anak-anak yang menderita karena kekejian pemerintah Suriah. Gambar-gambar ini diserap secepat cahaya oleh mereka yang “merasa trenyuh” oleh situasi disana. Bahkan sekelas Ridwan Kamil aja terpesona dan ikut menyebarkannya. (Baca: TERBONGKAR! Video Viral “Putus Asa, Warga Aleppo Tebar Pesan Selamat Tinggal” Bohong)

Para pejuang anti-Hoax kemudian mengkonfirmasi bahwa gambar-gambar yang disebar itu adalah gambar-gambar saat perang Irak dan di Gaza, bahkan ada yang di Pakistan di tahun 2003-2009.

Sedangkan warga Aleppo sendiri sedang bergembira merayakan pembebasan mereka tetapi tidak terkabarkan dengan maksimal.

Inilah perang propaganda paling mengerikan, ketika dunia kita dikuasai oleh media-media Internasional pendukung Imperialisme. Cuci otak terus dilakukan setiap detik sampai kita akhirnya percayai kebemaran karena kebohongan yang terus diceritakan berulang-ulang.

Jurnalis perempuan independen asal Kanada Eva Bartlett bercerita tentang hal ini.

“Saya sudah sering ke Kota Homs, Maaloula, Lattakia, dan Tartous lalu ke Aleppo, empat kali. Rakyat Suriah mendukung pemerintahnya dan itu adalah kebenaran. Apa pun yang kalian dengar dari media Barat justru kebalikannya,” kata Bartlett, seperti dilansir Russia Today, Rabu (14/12). (Baca: Denny Siregar: White Helmets, Organisasi HAM Rasa Teroris)

“Dan dalam hal ini, apa yang kalian dengar dari media Barat, saya akan sebutkan -BBC, Guardian, the New York Times, dan seterusnya- tentang apa yang terjadi di Aleppo adalah bertolak belakang dengan kenyataan yang sebenarnya.”

Media Milik Kerajaan Zionis

“Organisasi-organisasi itu mengandalkan laporan dari Pemantau Hak Asasi suriah (SOHR) yang bermarkas di Coventry, Inggris, yang dikelola oleh satu orang. Mereka (media Barat) juga mengandalkan Helm Putih. Organisasi kemanusiaan yang didirikan oleh mantan militer Inggris dan didanai jutaan dolar oleh Amerika Serikat, Inggris, dan negara-negara Barat,” ungkap Bartlett. (Baca: Denny Siregar: HOAX Adalah Senjata Penghancur Massal Tercanggih Saat ini)

Jadi, ketika anda mengkonsumsi berita, pastikan berita itu tidak mengganggu akal sehat anda. Mirip-miriplah ma berita aksi massal di Monas yang dihadiri 7 juta orang itu. Serumprut. (SFA)

Sumber: DennySiregar.com

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: