Fokus

Denny Siregar: Bungkukan Jokowi Dihadapan Guru Adalah Pesan Mulia Kepada Bangsa

Minggu, 03 Desember 2017 – 09.05 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Tokoh medsos Denny Siregar menulis tentang bagaimana sepak terjang Jokowi menghadapi gaduh politik di negerinya dengan sangat cerdas sekali, saat Reuni Akbar 212 mengumpulkan massa untuk menghajarnya malah pakde bungkukkan badan kepada empat puluh ribu guru dalam rangka hari guru nasional, ini sebuah tamparan keras sekali, karena saat mereka di Monas tampilkan hujatan dan caci maki yang tidak menggambarkan sikap Islam dan akhlak nabi, Jokowi tunjukkan sikap yang sangat mulia sekali, berikut tulisannya:

Baca: Muhammad Zazuli: Sang Pemberani Itu Bernama Jokowi

Dimana Jokowi saat reuni alumni 212 di Monas yang katanya dihadiri 7,5 juta manusia itu? Menarik bahwa Jokowi di hari yang sama malah ada di Bekasi menghadiri Hari Guru Nasional.

Di hadapan hampir 40 ribu guru itu, menyampaikan banyak pandangannya tentang situasi yang terjadi pada saat ini. Seakan Jokowi meminta para guru untuk mulai mencermati peristiwa-peristiwa yang ada sekarang yang berakar pada satu sumber, yaitu kebodohan.

Kebodohan memang menjadi musuh bangsa ini. Kebodohan bukan hanya karena kurangnya pendidikan tetapi juga wawasan, yang membuat banyak orang menjadi seperti padi yang berdiri tegak karena bulirnya tak berisi.

Jokowi seperti ingin berkata kepada para Guru bahwa masalah ini adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tanggung jawab dirinya sebagai Presiden saja. Dan terutama tanggung jawab para guru, baik itu guru mata pelajaran umum maupun agama.

Kekurangan pengetahuan dan rendahnya wawasan membuat banyak orang dengan mudah ditunggangi oleh kepentingan. “Pemimpin yang bodoh ada karena pemilih yang bodoh”. Begitulah kira-kira pesan yang ingin disampaikan.

Baca: Jokowi Presiden ‘Apa Adanya’

Bagaimana tidak bodoh? Ngitung aja salah. Monas sekecil itu dibilang dihadiri 7,5 juta orang. Padahal penduduk Jakarta saja 12 juta orang. Matematika manapun sulit akan membenarkan hitungan yang tidak berlogika itu.

Di akhir acara, Jokowi membungkukkan badan serendah-rendahnya kepada puluhan ribu guru itu.

Selain menunjukkan sikap hormat kepada profesi mulia itu, Jokowi juga seakan meminta dengan hormat Guru kembali pada model awalnya yaiu di Gugu dan di Tiru. Gurulah yang harus memberi contoh awal kepada siswa-siswa mereka supaya memberikan tauladan dan menghindarkan bangsa ini dari kebodohan selamanya.

Sebuah kerendahan hati yang luar biasa dari seorang Presiden yang tidak memandang tinggi jabatannya. Setinggi-tingginya ia berkuasa, ia adalah murid yang terus belajar selamanya.

Baca: Maulid Nabi Muhammad SAW, Habib Jindan: Islam Tak Dibela dengan Caci Maki Tapi dengan Rahmat

Selamat hari Guru Nasional. Semoga ke depan bangsa kita lebih cerdas dan tidak mudah dikadali oleh kadal berbaju politik dan agama. Untuk para guru yang mulia, kuangkat secangkir kopi sebagai tanda hormatku kepada para pahlawan tanpa tanda jasa. Seruputtt. (SFA)

Sumber: www.dennysiregar.com

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: