Fokus

Denny Siregar Akan Golput Jika Pemerintah Cabut Status Tersangka Imam Besar FPI

Denny Siregar

Jakarta – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) RI, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko menanggapi isu Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencabut status tersangka Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Syihab. Isu tersebut mencuat setelah Jokowi bertemu dengan Tim 11 Alumni 212 beberapa waktu lalu.

Baca: Ketua MUI: Penetapan Tersangka Habib Rizieq Bukan Kriminalisasi Ulama

Meski Jokowi tidak bisa mengintervensi proses hukum yang sedang berjalan, Moeldoko menyebutkan, tersangka Rizieq bisa saja dicabut jika mempertimbangkan aspek lain.

“Sekali lagi harus bisa dibedakan konteksnya. Mungkin ada pertimbangan kemanusiaan. Pertimbangannya seperti apa bisa diajukan, Presiden yang membuat keputusan,” kata Moeldoko usai membuka diskusi publik pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas, di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Kamis (26/4) seperti dilansir Antara.

Baca: Pengacara Habib Rizieq Senin Akan Laporkan Denny Siregar ke Mabes Polri

Hal ini mendapat tanggapan pedas dari pegiat media sosial, Denny Siregar dalam akun twitternya. Dirinya mengatakan pernyataan Moeldoko ini membuat kelompok mereka menjadi besar kepala. Bahkan dirinya mengatakan siap mengundurkan diri sebagai pendukung Jokowi dan mencabut haknya untuk memilih alias Goput.

“Presiden @jokowi dan bapak @Dr_Moeldoko yang terhormat, statemen ini akan membuat kelompok mereka menjadi besar kepala. Dan jika pencabutan itu benar terjadi, saya yang pertama akan mengundurkan diri dari pendukung dan mencabut hak saya untuk memilih”.

Sebelumnya, tersebar foto viral Jokowi bertemu dengan Persaudaraan Alumni 212. Moeldoko mengatakan kegiatan tersbeut sebagai ajang komunikasi dengan seluruh elemen bangsa.

Moeldoko juga membantah, pemerintah memandang kelompok yang punya pandangan politik berbeda sebagai lawan.

Baca: Denny Siregar: Langkah Maut Jokowi Hadapi Lawannya

Mengenai pertemuan dengan ulama perwakilan Alumni 212, Moeldoko menjelaskan, hal itu membuktikan Jokowi berkomunikasi dengan seluruh elemen bangsa. “Presiden kan pemimpin negara. Berilah kesempatan bahwa semua itu bagian dari anak-anak bangsa,” ucap dia pula.

Dalam kontestasi politik, katanya, yang jad fokus adalah partner dalam berdemokrasi bukan lawan. Pihaknya mengatakan Jokowi sedang mencari upaya agar kondisi negara tetap stabil. Sehingga, tujuan pembangunan yang dirancang bisa berjalan. (SFA)

Sumber: Kumparan dan TribunNews

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: