Fokus

Denny Siregar: Ajal HTI Ditangan Jokowi

Hizbut Tahrir Indonesia

JAKARTA – Setelah PTUN (07/05) menolak banding ormas HTI yang sangat berbahaya sekali bagi Indonesia, karena mereka ingin mendirikan negara khilafah ala mereka dengan menggunakan kedok Islam. Di beberapa negara ormas HT sudah di bubarkan karena membahayakan negara.

Saat ini kita warga dan bangsa Indonesia bisa menilai siapa yang mendukung HTI pastinya itu adalah partai dan gerakan yang membahayakan bagi negara. Oleh karena itu pemerintahan Jokowi tidak main-main menghadapi mereka.

Baca: PKS Ikhwanul Muslimin Indonesia Berfaham Aliran Sesat Wahabi

Ajal HTI ditangan Jokowi, seperti dikatakan oleh tokoh media sosia Denny Siregar bahwa Isu Jokowi lemah dalam penegakan hukum, semakin menyeruak di alangan pendukung Jokowi. Bahkan suara-suara golput meluas. Mereka kecewa akan terbitnya SP3 HRS dan mengkaitkannya dengan Jokowi.

Padahal kalau mau melihat, bagaimana tegasnya Jokowi dalam menangkal radikalisme, bisa dilihat bagaimana ia membubarkan HTI. HTI yang mengklaim diri mempunyai 2-3 juta anggota di seluruh Indonesia, akhirnya terstigma sebagai PKI karena ideologinya mengancam Pancasila.

Hanya pada masa Jokowi inilah HTI tidak dibiarkan berkembang lebih besar dengan dakwah-dakwahnya yang selalu berseru “negara khilafah”. Tegas dan konstitutional, Jokowi membubarkan HTI melalui Perppu.

Inilah yang tidak banyak dilihat orang yang memimpikan Jokowi maen hantam ala diktator. Jokowi taat pada hukum dan menggunakan hukum untuk menghajar musuh-musuh negara. Semua harus berdasarkan hukum, tidak bisa seenaknya saja. Dengan begitu Jokowi mengajarkan kepada masyarakat untuk menggunakan hukum sebagai senjata.

Baca: HTI, ISIS, Wahabi Meretas NKRI

Kalau Jokowi diktator, tentu orang-orang HTI ditangkapi. Bahkan bisa jadi “hilang” demi ingin memperlihatkan bahwa ia tegas. Tapi ini berbahaya, karena ia akan dihajar oleh HAM. Jokowi main cantik sekaligus cerdik.

Jokowi tidak ingin menjadikan HTI pahlawan karen mereka memang jago bermain persepsi sebagai orang yang terzolimi.

Karena ia anti dengan organisasi radikalis inilah ia dihajar dimana-mana, difitnah dimana-mana. Hajaran itu bukan hanya dari yang kontra dia saja, tapi juga dari pendukung dia yang “banyak gak puas”nya. Mereka inginnya semua instan, tanpa melalui proses-proses yang seharusnya.

Hanya pada masa pemerintahan Jokowi inilah HTI menemukan ajalnya. Tinggal bagaimana mengurung ideologi-ideologi yang masih tersebar dengan memperkuat barisan bersama para ulama untuk menyebarkan Islam Nusantara, bukan Islam khilafah.

Jadi yang berteriak-teriak “Jokowi lemah” kelihatannya harus menjilat kembali ludahnya. Mereka menganggap “kuat” itu harus pake otot. Mereka salah besar. Jokowi bermain pake otak.

Baca: Denny Siregar: Jangan Mau Dibodohi HTI

Gugatan HTI akhirnya tidak dikabulkan oleh PTUN. Dengan begitu HTI akan menjadi organisasi terlarang, begitu juga ideologi2nya. HTI menjadi “komunisme dalam balutan agama”.

Saya jadi pengen denger bagaimana tanggapan Felix siauw dan Bachtiar Nasir sesudah gugatan HTI tidak dikabulkan. Apakah mereka akan teriak-teriak merasa terzolimi lagi dan buka donasi #SaveHTI seperti yang biasa mereka lakukan?. Mari kita tanya secangkir kopi yang terhidang. Seruputtt. (SFA)

Sumber: DennySiregar.com

3 Comments

3 Comments

  1. Pingback: Denny Siregar: Kudeta Militer Hizbut Tahrir | SALAFY NEWS

  2. Pingback: Denny Siregar: 'Teroris' dan PKS Benci Jokowi | SALAFY NEWS

  3. Heri

    May 12, 2018 at 1:36 pm

    Bang Deni sayang kecerdasan abang digunakan untuk analisa kaca mata kuda untuk kepentingan sesaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: