Eropa

Denmark Tawarkan Apartemen, Pekerjaan dan Pendidikan pada Mantan Kombatan ISIS

Selasa, 15 Agustus 2017 – 16.46 Wib,

SALAFYNEWS.COM, DENMARK – Jihadis ISIS yang kembali dari Suriah ditawari apartemen, pendidikan dan pekerjaan untuk mengintegrasikan kembali radikalisasi ke masyarakat. Polisi di kota Aarhus, Denmark, memperkenalkan skema tersebut setelah 36 orang pemuda melakukan perjalanan ke Suriah untuk bergabung dalam jihad, dan 19 yang kembali. (Baca: Mantan Pejabat Batam Pulang Bersama 18 WNI yang Kabur dari ISIS di Suriah)

Namun kebijakan tersebut telah dikritik oleh anggota parlemen Denmark, Naser Khadeer – anggota Muslim dari partai Rakyat Konservatif – menyerukan pendekatan garis keras kepada para pejuang tersebut.

Di program berita Australia Dateline, dia berkata: “Apa yang saya kritik menyangkut skema Aarhus adalah ketika Anda berada di Suriah dan Anda kembali, adalah salah menurut pendapat saya dengan menghargai siapa pun yang berperang di Suriah dengan memberi mereka apartemen, pekerjaan, pendidikan. “Kita harus mengadili mereka tidak menghadiahi mereka,” katanya lebih lanjut.

Namun Inspektur Allan Aarslev mengklaim “sebagian besar” orang-orang yang kembali dari Suriah sekarang “sangat terintegrasi dengan baik dan kebanyakan mereka sangat senang memiliki kesempatan kedua”. (Baca: Mantan Lady Rocker Inggris “Nyonya Teror” ISIS Mau Kabur dari Raqqah Dihadang Bocah 12 Tahun)

Inspektur Aarslev berkata: “Ini adalah orang-orang yang telah tinggal di Suriah dan kita tidak tahu apa yang telah mereka lakukan di sana dan itulah pilihan yang harus kita buat – antara membantu mereka dan meninggalkan mereka sendirian.

“Dari sudut pandang saya, akan jauh lebih aman bagi masyarakat setempat di sini untuk membantu pemuda-pemuda ini, untuk memiliki kehidupan normal setelah mereka kembali, daripada membiarkan mereka sendiri.”

Dia menambahkan, “Jika kita tidak mengintegrasikannya ke masyarakat setempat lagi, itu akan menjadi bahaya keamanan bagi kita.” (Baca: VIDEO: Kisah Mantan Para Istri Teroris ISIS Ungkap Detail Kehidupan Mereka)

Polisi mengklaim sejak memperkenalkan kebijakan tersebut, yang juga mencakup penghubung anggota komunitas radikal dengan seorang mentor Muslim untuk membimbing mereka menjauh dari pandangan ekstremis mereka, tidak ada yang meninggalkan kota tersebut untuk bergabung ke Suriah selama dua tahun.

Awal tahun ini seorang mahasiswi Denmark dilaporkan dijauhi oleh komunitasnya setelah kembali ke rumah dari memerangi rezim ISIS barbar di Suriah.

Joanna Palani, 23, mengklaim telah membunuh lebih dari 100 militan setelah melepaskan studinya untuk melakukan perjalanan ke Timur Tengah guna melawan ISIS. Dia juga diduga membebaskan sekelompok perempuan dan anak-anak yang ditahan sebagai budak seks oleh militan ISIS.

Namun, sejak kembali ke Denmark dia mengatakan bahwa dia terpaksa menyendiri dan mengklaim bahwa dia “dipandang sebagai teroris”.

Ms Palani mengatakan kepada MailOnline: “Saya bersedia menyerahkan hidup saya dan kebebasan saya untuk menghentikan kemajuan ISIS, sehingga semua orang di Eropa bisa aman. Ini adalah pilihan saya.

“Tapi saya dilihat sebagai teroris oleh negara saya sendiri.” Dia menambahkan: “Saya tinggal di salah satu negara terbaik di dunia tapi saya lapar dan tunawisma serta kedinginan di malam hari, meskipun saya bekerja penuh waktu. “Saya tidak mempercayai siapapun.” (SFA)

Sumber: Express

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: