Fokus

Demo Depan Kedubes Saudi di Ankara, Kecam Riyadh Putuskan Hubungan dengan Qatar

Senin, 12 Juni 2017 – 18.43 wib,

SALAFYNEWS.COM, ANKARA – Para demosntran dilaporkan telah berunjuk rasa di depan Kedutaan Arab Saudi di Ankara untuk mengecam sikap Arab Saudi yang memutuskan hubungan diplomatiknya dengan Qatar. (Baca: Krisis Timur Tengah, Saudi Larang Warga Muslim Qatar Beribadah Haji)

Demontrasi ini terjadi pada hari Sabtu (10/06), dimana para demonstran membawa dan mengangkat poster yang berisi gambar presiden AS Donald Trump serta pemimpin Arab Saudi dan Mesir, dimana mereka terlihat menaruh tangan mereka pada sebuah bola dunia saat pelantikan Global Center for Combating Extremist Ideology yang diadakan di Riyadh pada bulan lalu. Upacara pembukaan Global Center for Combating Extremist Ideology yang controversial ini ini berlangsung saat kunjungan Trump ke Arab Saudi, agenda puncaknya adalah AS menandatangani kesepakatan senjata senilai 110 miliar dolar dengan Arab Saudi.

Sebagaimana yang kita ketahui, Arab Saudi, UEA, Bahrain dan Mesir juga telah memutuskan hubungan diplomatiknya dengan Qatar pada Senin lalu. Mereka juga menutup semua lalu lintas darat, udara dan air dengan Qatar serta mengusir para diplomat Qatar dan memerintahkan warga Qatar yang berada di negara mereka untuk segera meninggalkan wilayah negara mereka.

Namun, berbeda dengan Turki, Turki memilih untuk memihak Qatar dan mengirimkan pasukannya ke negara Teluk Persia ini di tengah kekhawatiran akan kemungkinan terjadinya kudeta atau invasi militer oleh Arab Saudi dan sekutunya, di mana kondisi ini mirip dengan skenario agresi mereka di Yaman. (Baca: Qatar dan Arab Saudi Bagai Dua Sisi Mata Uang)

Arab Saudi juga disebut-sebut merasa marah atas dukungan Qatar kepada oposisi Mesir Ikhwanul Muslimin.

Sebelumnya Arab Saudi juga telah memutus hubungan diplomatiknya dengan Iran menyusul gelombang demontrasi kemarahan rakyat Iran yang digelar di Kedutaan Saudi di Teheran. Hubungan kedua negara ini memburuk setelah Arab Saudi mengeksekusi ulama Syiah terkemuka Sheikh Nimr al-Nimr pada Janurai 2016 silam.

Sementara itu, presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada hari Jumat (09/06) bahwa negaranya akan terus mendukung Qatar di tengah konflik ini. Bahkan awal pekan ini, parlemen Turki meratifikasi RUU yang memungkinkan pengerahan pasukan ke Qatar, yang berada di bawah dukungan Erdogan.

Keretakan diplomatik baru-baru ini telah menunjukkan perpecahan yang mendalam di antara para sekutu yang tergabung dalam satu seruan yang sama untuk menggulingkan pemerintah Suriah.

Gesekan telah muncul atas dukungan mereka terhadap kelompok-kelompok militan yang kadang-kadang saling berpaling melawan satu sama lain. (SFA)

Sumber: PTV

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: