Fokus

Dana Haji dan Mafia Dibalik Layar

Minggu, 30 Juli 2017 – 15.02 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Kelompok bumi datar tidak henti-hentinya menyerang pemerintah dengan berbagai upaya, pada kenyataannya mereka memang ingin menguasai NKRI dengan bermacam cara, dan juga ingin melumpuhkan negara dan pemerintah dengan menyebarkan isu-isu dan fitnah. (Baca: Dana Haji dan Opini Sesat Jonru Kader PKS)

Tokoh media sosial Muhammad Zazuli dalam akun facebooknya menulis dengan judul “Mafia Dibalik Layar”, berikut tulisannya:

Sekarang lagi rame protes dana haji yang katanya mau dibuat investasi untuk pembangunan infrastruktur negara. Alasannya dana haji peruntukannya bukan untuk itu, harus ijin sama calon hajinya, tidak sesuai akad bla bla bla…. Tapi tahukah Anda bahwa akan selalu ada mafia dibalik segala urusan negara mulai dari mafia migas (Petral), mafia pangan (yang barusan dibongkar kasusnya) dan sebagainya. Jangan lupa ada Menteri Agama yang masuk bui karena korupsi dana haji yang besarnya menggiurkan itu.

Padahal sudah sejak lama dana haji digunakan untuk infrastruktur atau untuk membantu APBN pemerintah. Sukuk Dana Haji Indonesia (SDHI) atau instrumen SBSN sampai saat ini yang diinvestasikan dari dana haji berjumlah 35.2 trilyun. Cukup besar hingga mencapai 40 persen. Dimulai pada tahun 2010 dan penandatangannya dilakukan pada tahun 2009 antara Kementerian Agama RI dengan Kementerian Keuangan RI, yang pada tahun itu Menteri Keuangannya dijabat oleh Sri Mulyani, Menteri yang sama dengan era saat ini.

Jadi bukan hanya kali ini saja muncul wacana dana haji yang akan digunakan untuk investasi buat pembangunan infrastruktur negara. Sama dengan Presidential Threshold 20% yang sudah ada sejak tahun 2009 tapi sekarang diributkan lagi oleh pihak yang takut gagal lagi bersaing (sudah dua kali gagal berturut-turut, malu lah kalo sampe gagal tiga kali berturut-turut, Hattrick itu namanya).

Jumlah dana Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) atau dana haji hingga tanggal 28 Februari 2017 adalah berjumlah 93.2 triliun. Wooowww fantastis bangeeett !!! Trilyun itu artinya seribu milyar lho, angka satu dengan 12 angka nol di belakangnya. Jangan heran, soal pengelolaan dana haji sebesar itu jadi polemik karena sangat menggiurkan bagi siapapun yang mengelolanya. (Baca: KPK: SDA diduga Perkaya diri ketika jadi menteri)

Dana sebesar itu hanya diserap 5-7% saja per tahun sementara sisanya alias yang sebesar 93-95% iddle atau nganggur dan bisa diparkir dimana saja. Ini sungguh-sungguh gurih, nikmat, empuk dan memabokkan. Ada rejeki besar dan rutin dibelakang itu semua. Masuk deposito aja bunganya bisa 6,25%, parkir di tabungan bisa dapat bunga 4%. Taruh di rekening giro masih bisa dapat bunga 3%. Bayangkan 3-6 % dari duit 90.000.000.000.000 itu bisa dapat berapa Tong?

Makanya jangan heran kalo isu ini kemudian digoreng sedemikian rupa untuk menjatuhkan Jokowi. Daripada buat bangun infrastruktur untuk kesejahteraan rakyat ya mending diurus sama kita-kita dong. Caranya gampang, kasih aja para corong dan kroco itu dengan duit berapa milyar buat bikin kisruh dan kritik pemerintah soal dana haji. Toh sekian milyar itu ga ada artinya dibandingkan bunga dari duit yang puluhan trilyun itu.

Buat mereka toh cukup duit 50 rebu sama nasi bungkus aja sudah bisa teriak-teriak jadi corong kepentingan kita. Kita mah cukup main di belakang layar biar ga ketahuan tapi bisa dapet bagian paling banyak buat beli berlian dan pesawat pribadi. Oke Brooo…..? Kalo dapat duit banyak kan kita bisa teriak : Siap santap lobster? Siap makan Fitsa Hats? Siap makan pisang di kandang kambing ? Traktiiirrrr….!!! (Baca: Denny Siregar Bongkar Kampanye Pembodohan Ala Saudi dan Wahabi)

Pasukan Kecebong Garis Keras, segera Viralken !!! Tabuh Genderang !!! Biar mereka yang mabok bisa segera waras. Salam Waras. (SFA)

Sumber: Akun Facebook Muhammad Zazuli

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: