Headline News

Damaskus Tuntut Penarikan Pasukan Turki dari Idlib Suriah

Minggu, 15 Oktober 2017 – 06.12 Wib,

SALAFYNEWS.COM, DAMASKUS – Pemerintah Suriah mengecam keras serangan militer Turki ke barat daya provinsi Idlib, dan menuntut penarikan segera tanpa syarat dari negaranya.

Baca: Diam-diam Pasukan Intai Turki Masuki Idlib Bantu Teroris FSA di Suriah

“Republik Arab Suriah mengutuk keras penyerangan unit militer Turki dari provinsi Idlib, ini merupakan agresi terang-terangan terhadap kedaulatan dan integritas teritorial Suriah dan pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional”, sebuah sumber resmi yang tidak disebutkan namanya di Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat mengatakan kepada kantor berita resmi Suriah, SANA, pada hari Sabtu.

“Republik Arab Suriah menuntut penarikan pasukan Turki segera dan tanpa syarat dari wilayah Suriah”, sumber tersebut menambahkan.

Sumber tersebut selanjutnya menggambarkan serangan militer Ankara sebagai tindakan “agresi” dimana “rezim Turki tidak dapat membenarkannya dengan cara apapun.”

Baca: Turki Akan Dirikan Kamp Militer di Idlib Suriah

Dia juga menolak usaha Turki untuk menghubungkan langkah tersebut dengan pelaksanaan kesepakatan Astana dengan Iran dan Rusia, mengenai pembentukan zona de-eskalasi di Suriah, yang menyebutnya sebagai “landasan” dari kesepakatan tersebut.

Turki mengerahkan konvoi sekitar 30 kendaraan militer ke provinsi Idlibpada Kamis malam.

Pasukan Turki memasuki Suriah dekat persimpangan perbatasan Bab al-Hawa, dan menuju puncak bukit Shaykh Barakat, yang menghadap ke wilayah yang dikuasai oleh militan Takfiri yang disponsori asing serta wilayah Afrin yang dipegang oleh anggota milisi yang didukung AS dari Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG ).

Idlib dan petak tanah di wilayah utara dan barat laut Suriah sebagian besar dikuasai oleh anggota kelompok militan Tahrir al-Sham.

Baca: Tahrir al-Sham Kirim Delegasi ke Ankara, Bahas Intervensi Turki di Idlib

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa operasi militer negaranya di Idlib merupakan tindak lanjut dari operasi Perisai Efrat di Suriah utara, yang diluncurkan pada Agustus tahun lalu tanpa ada otorisasi dari Damaskus.

Ankara mengatakan saat itu bahwa tujuan utama di balik operasi tersebut adalah membersihkan perbatasan selatan Turki dari kelompok teroris ISIS Takfiri dan menghentikan YPG agar tidak berkuasa di sana.

Ankara memandang YPG sebagai cabang kelompok gerilyawan Kurdistan (PKK), yang telah berjuang untuk sebuah daerah otonom di Turki sejak 1984. (SFA)

Sumber: PTV

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: