Fokus

Damaskus Serahkan Bukti Militan Gunakan Senajata Kimia di Suriah

Senin, 19 Desember 2016,

SALAFYNEWS.NEWS.COM, DAMASKUS – Pemerintah Suriah pada hari minggu (18/12) telah mengumumkan bahwa pihaknya telah menyerahkan bukti ke Organisasi Pelarangan Senjata Kimia atau yang dikenal dengan Organization for the Prohibition of Chemical Weapons (OPCW) atas penggunaan gas beracun mustard oleh para militan selama perang yang berlangsung di Suriah.

Seorang juru bicara pemerintah nasional Suriah bagian pelaksanaan kesepakatan pelarangan senjata kimia, Samer Abbas mengumumkan bahwa pemerintah Suriah telah menyerahkan semua dokumen yang didapatkan kepada OPCW, dan OPCW telah menerimanya setelah memvalidasinya. (Baca: Riyadh Haddad: Oposisis Moderat Disuplai Senjata Kimia Oleh Negara Pendukung Terorisme)

Samer Abbas menambahkan bahwa tim ahli OPCW akan kembali mengunjungi Suriah untuk menerima sampel yang dikumpulkan oleh para ahli dari Kementerian Pertahanan Rusia di kota Umm Husy di pedesaan utara Aleppo, yang telah dibombardir pada 31 Oktober lalu dengan menggunakan gas kimia beracun Mustard, seperti dilansir oleh kantor berita Arabic.rt (18/12). (Baca: WOW! Intelijen Perancis Otak Serangan Kimia 2013 di Ghouta)

Samer Abbas juga mengatakan bahwa tim ahli dari OPCW telah memiliki sampel yang disegel dan tertutup, dan masih menjadi milik Suriah, sampai penyelesaian masalah keuangan yang berkaitan dengan penyerahan sampel dengan jet pribadi ke kota Belanda Den Haag yang menjadi kantor pusat OPCW selesai.

Abbas mengatakan bahwa ia berharap bahwa penyerahan sampel ke kantor pusat OPCW bisa dilakukan bulan depan, sementara itu tim ahli utusan OPCW tidak memberikan penjelasan apapun terkait hal ini. (Baca: Rusia Kirim Team Ahli Selidiki Militan Gunakan Senjata Kimia di Aleppo)

Perlu dicatat bahwa utusan OPCW telah sampai di Suriah pada tanggal 12 Desember lalu untuk memenuhi permintaan resmi pemerintah Suriah, yang terdiri dari 8 ahli yang berasal AS, Australia, Slovakia dan Slovenia.

Sebelumnya, Rusia menuduh OPCW menolak untuk melakukan penyelidikan akan kasus penggunaan zat beracun oleh para militan selama perang yang berlangsung di Suriah sejak Maret 2011 karena memperoleh tekanan eksternal. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: