Headline News

Damaskus: Kehadiran Militer AS dan Tentara Asing di Suriah Adalah Agresi

Rabu, 15 November 2017 – 08.28 Wib,

SALAFYNEWS.COM, SURIAH – Suriah mengecam keras kehadiran militer AS di negara tersebut, dan menggambarkan pengerahan militer semacam itu sebagai tindakan agresi karena tidak memiliki otorisasi dari pemerintah Damaskus atau mandat PBB.

Baca: Rusia Keluarkan Bukti Amerika Bersekutu dengan Teroris di Suriah

“Kehadiran tentara AS atau kontingen militer asing di Suriah, tanpa persetujuan pemerintah Suriah, merupakan tindakan agresi, sebuah serangan terhadap kedaulatan negara dan pelanggaran mencolok terhadap prinsip-prinsip PBB,” Kementerian Luar Negeri Suriah dan ekspatriat mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada hari Selasa.

Pernyataan tersebut disampaikan sehari setelah Menteri Pertahanan AS James Mattis mengatakan, “Kami tidak akan pergi begitu saja sekarang” sebelum hasil perundingan damai yang disponsori PBB membuahkan hasilnya.

Baca: Jenderal Suriah Bongkar Kebusukan Amerika yang Jelas Dukung ISIS

Kementerian Luar Negeri Suriah “menolak mentah-mentah”, komentarnya.

Komentar Mattis mengekspos agenda subversif pemerintah AS, dan merupakan hasil kongkalikong dengan ISIS dan kelompok teroris lainnya, untuk menggagalkan semua upaya yang bertujuan mencari solusi bagi krisis Suriah saat ini.

Amerika Serikat berusaha untuk mengobarkan ketegangan di kawasan Timur Tengah dan memaksakan hegemoni di negara-negara regiona, kata Kementerian Luar Negeri Suriah.

“Menghubungkan kehadiran AS di Suriah dengan proses penyelesaian hanyalah dalih dan upaya untuk membenarkan kehadiran ini,” demikian pernyataan tersebut.

Ditambahkan, “Amerika Serikat dan negara-negara lain tidak akan dapat memaksakan solusi apapun dengan tekanan militer – sebaliknya, kehadiran ini hanya akan memperpanjang dan memperkeruh krisis”.

Baca:Video: Tentara AD Amerika Latih Teroris di Basis al-Tanf di Selatan Suriah

Pernyataan tersebut kemudian menuntut “penarikan pasukan AS segera dan tanpa syarat” dari wilayah Suriah.

Tujuh putaran perundingan perdamaian yang didukung PBB antara perwakilan pemerintah Suriah dan delegasi dari oposisi bersenjata yang disponsori asing telah gagal menghasilkan hasil yang nyata. Sebuah putaran baru perundingan dijadwalkan berlangsung mulai 28 November, yang akan dipimpin oleh utusan khusus PBB untuk Suriah Staffan de Mistura. (SFA)

Sumber: PTV

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: